Kemenko Polkam Tegaskan Aparat yang Patgulipat dengan Bandar Narkoba Harus Dibasmi

Senin, 15 Sep 2025, 19:07 WIB

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan bahwa aparat negara yang patgulipat atau bermain dengan bandar narkoba harus dibersihkan dan dibasmi demi memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Deputi IV Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polkam Inspektur Jenderal Polisi Desman Sujaya Tarigan saat konferensi pers di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Senin (15/9).

Ket. Foto: Deputi IV Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polkam Inspektur Jenderal Polisi Desman Sujaya Tarigan saat konferensi pers di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Senin (15/9). — Sumber: antara foto

“Kita lakukan reformasi internal, aparat yang bermain dengan bandar narkoba harus dibersihkan, tanpa ampun. Pengkhianatan bangsa tidak layak diberi tempat di institusi negara ini,” kata Desman.

Dia mengatakan peredaran narkoba telah memakan korban yang sebagian besarnya generasi muda usia produktif. Dia pun menyoroti teknologi dan pola modus operandi peredaran barang haram tersebut terus berkembang. “Mereka bekerja dengan kecanggihan, logistik kuat, dan uang yang tak terbatas,” ujarnya.

Sebagaimana pesan Presiden Prabowo Subianto, imbuh dia, perang terhadap narkoba adalah bagian dari upaya penyelamatan bangsa. Narkoba telah menjadi senjata penghancur yang dapat menyerang kedaulatan bangsa.

Oleh karena itu, Kemenko Polkam memastikan negara akan hadir dengan semua instrumen kekuasaan yang sah untuk menghancurkan sindikat narkoba hingga ke akar-akarnya.

“Negara tidak akan ragu menggunakan kekuatan maksimal untuk memberantasnya. Bukan hanya pesan moral, tapi komando langsung. Pemerintah akan bertindak lebih keras, lebih tegas, dan tanpa pandang bulu,” ucap dia.

Selain reformasi internal, Desman juga mengatakan sinergisitas lintas sektor perlu diperkuat dalam memberantas narkoba. Menurut dia, tidak ada lembaga negara yang bisa bekerja sendiri-sendiri.

BNN, Polri, TNI, Kejaksaan, Bea Cukai, Imigrasi dan Pemasyarakatan, pemerintah daerah, hingga tokoh-tokoh masyarakat diminta untuk bersatu.

Di samping itu, dia menyebut kecanggihan jaringan narkoba perlu diimbangi dengan penggunaan teknologi yang masif dengan sistem pengawasan modern, mulai dari pintu masuk negara seperti pelabuhan dan bandara hingga dunia siber.

“Lakukan pendekatan preventif dan rehabilitatif. Anak-anak muda yang terjerumus harus diselamatkan. Namun, bandar besar dan pengedar kelas kakap harus dihukum seberat-beratnya,” ucap Desman.

Dalam kesempatan tersebut, Desman mengapresiasi kinerja BNN RI yang telah berhasil mengungkap jaringan dan kasus peredaran narkotika di berbagai wilayah Indonesia serta jaringan lintas negara pada periode Juli–September 2025.

“Petugas BNN berhasil menyita total barang bukti narkotika dengan mencapai berat puluhan ton, termasuk ganja kering 2,5 ton, sabu lebih dari 120 kilogram, ganja sintetis cair, kokain, ekstasi, serta bahan kimia dan peralatan clandestine lainnya,” ucap dia.

Selain barang bukti, aset pelaku juga berhasil disita BNN. “Aset hasil tindak pidana pencucian uang dari narkotika disita senilai Rp52 miliar. Total pelaku yang berhasil diamankan mencapai lebih dari 70 orang, termasuk pengendali, kurir, penerima paket hingga narapidana dan jaringan lintas negara,” katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.