Atasi Kelangkaan, Pemerintah akan Mengimpor 1,4 Juta Kiloliter BBM dari AS
Senin, 15 Sep 2025, 18:06 WIBJAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral baru-baru ini mengumumkan rencana impor minyak dari Amerika Serikat untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dioperasikan oleh perusahaan swasta.
âImpor ini juga merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga neraca perdagangan dengan Amerika Serikat,â ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, di Jakarta, Jumat (12/9), menanggapi pertanyaan tentang strategi untuk mengatasi kelangkaan yang memengaruhi operator swasta seperti Shell dan BP.
Dikutip dari Antara, Tanjung mengatakan Indonesia kemungkinan akan membeli minyak dari perusahaan AS, ExxonMobil dan Chevron. âDari mana pun sumbernya, kami akan tetap menganggap pembelian dari mereka sebagai penyeimbang perdagangan bilateral kami,â tambahnya.
Menurut perkiraan awal, Indonesia membutuhkan tambahan 1,4 juta kiloliter minyak.
Angka ini berdasarkan volume BBM yang dikonsumsi warga yang sebelumnya mengandalkan BBM bersubsidi, tetapi kini beralih ke alternatif non-subsidi.
âKami akan tentukan proporsinya untuk Pertamina dan perusahaan swasta,â jelasnya, merujuk pada perusahaan minyak milik negara tersebut.
Untuk memproses izin impor, Kementerian telah meminta perusahaan-perusahaan minyak, termasuk Pertamina, untuk menyampaikan laporan rinci mengenai kebutuhan impor BBM mereka hingga akhir tahun 2025, ujar Tanjung.
âKami membutuhkan detail dari masing-masing perusahaan karena impor akan dilakukan secara terintegrasi melalui Pertamina,â ujarnya.
Setidaknya sejak Agustus 2025, operator SPBU swasta telah mengeluhkan kurangnya pasokan, yang memaksa mereka untuk menghentikan operasi di beberapa gerai.
Namun, Kementerian menegaskan bahwa perusahaan minyak swasta tidak akan menerima kuota impor tambahan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia justru menyarankan agar mereka membeli BBM langsung dari Pertamina.
Kementerian telah menginstruksikan perusahaan swasta untuk menyampaikan laporan rinci mengenai volume dan spesifikasi BBM yang dibutuhkan.
Laporan ini akan menjadi dasar bagi Pertamina untuk menilai apakah dapat memenuhi permintaan; jika tidak, impor baru akan tetap menjadi pilihan.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemerintah Perlu Percepat Ekosistem Baterai Nasional
-
Gak Perlu ke Luar Negeri! Robot Canggih Kini Bisa Operasi Ganti Sendi Lutut di Bali
-
Ngeri! Pelatih Norwegia Bongkar Rahasia Haaland untuk Hancurkan Irak di Piala Dunia 2026
-
Produk Kriya Lokal Dibidik Naik Kelas, Dekranas Perluas Jangkauan Pasar
-
Kemenag Jambi Batasi Penggunaan Gawai di Madrasah demi Tingkatkan Fokus Belajar Siswa.
-
Kementerian PKP Alokasikan Bedah 1.810 Rumah Tidak Layak di Jakarta Pusat
-
Mengapa Keamanan Siber Penting bagi Event Besar?
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.