Tersangka Penembak Charlie Kirk Ditangkap, Seorang Anti-fasis yang Sangat Muda

Sabtu, 13 Sep 2025, 08:38 WIB

OREM - Pihak berwenang AS telah menangkap pria yang dituduh membunuh aktivis sayap kanan terkemuka Charlie Kirk setelah seorang anggota keluarga membantu menyerahkannya. 

"Kami menangkapnya," kata Gubernur Utah Spencer Cox dalam konferensi pers pada Jumat (12/9).

Ket. Foto: Foto-foto Tyler Robinson, 22 tahun, dirilis oleh polisi di Utah pada hari Jumat. Robinson ditahan atas dugaan pembunuhan aktivis konservatif Charlie Kirk. — Sumber: Utah Police via FT

Cox mengatakan tersangka adalah Tyler Robinson (22), penangkapan dilakukan setelah salah satu kerabat Robinson menghubungi seorang teman, yang kemudian memberi tahu polisi.

Pria yang dituduh membunuh Charlie Kirk ditahan pada hari Jumat di Penjara Wilayah Utah. Sebuah surat pernyataan pengadilan menyatakan Tyler Robinson ditangkap atas dugaan pembunuhan berat, penembakan massal dengan senjata api yang menyebabkan cedera serius, dan tuduhan menghalangi proses hukum.

Hakim memerintahkan agar ia ditahan tanpa jaminan. Dakwaan resmi diperkirakan akan dirilis awal minggu depan.

Penangkapan itu meningkatkan harapan AS untuk menemukan jawaban atas pembunuhan politik yang mengejutkan pada hari Rabu.

Kirk yang berusia 31 tahun terkena satu peluru di lehernya saat berpidato di hadapan banyak orang di Universitas Utah Valley di kota Orem.

Kirk merupakan sosok yang sangat berpengaruh di kalangan sayap kanan AS, dengan banyak pengikut yang membantu Donald Trump membangun suara kaum muda dalam kemenangan pemilunya November lalu.

Presiden Trump segera memperlakukan pembunuhan Krik sebagai masalah kepentingan nasional yang paling penting, memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang dan mengatakan ia akan menghadiri pemakaman Kirk.

Pandangan garis keras Kirk tentang ras, gender, kepemilikan senjata, dan apa yang banyak orang katakan sebagai antisemitisme menjadikannya sosok yang sangat memecah belah, meskipun para penentangnya pun memuji kesediaannya untuk berdebat.

Pihak berwenang mengatakan tidak mengetahui motif tindakan Robinson, Cox mencatat  bahwa slogan-slogan anti-fasis tertulis pada dua selongsong peluru yang tidak terpakai yang ditemukan oleh pihak berwenang.

Pada salah satu peluru tertulis, "Hei, fasis! Tangkap!"

Yang lainnya menampilkan "Bella ciao," yang tampaknya merujuk pada lagu anti-fasis Italia era Perang Dunia II.

Kartrid lainnya ditandai dengan simbol dan kata-kata yang tampaknya berasal dari budaya game online.

Rincian tentang Robinson mulai terungkap pada hari Jumat, ketika muncul gambar seorang pemuda dari keluarga Republik.

Foto-foto menunjukkan pemuda itu berpose dengan senjata dan mengenakan kostum Halloween di mana ia tampak sedang menunggangi bahu Trump.

Pihak berwenang membutuhkan waktu 33 jam untuk melakukan penangkapan.

Di daerah hutan dekat universitas, mereka dengan cepat menemukan diduga senjata pembunuhan, senapan berburu berkekuatan tinggi, dan merilis foto seorang pria muda yang mengenakan topi baseball dan pakaian kasual.

Namun, setelah menahan dua orang yang ternyata tidak terkait dengan kasus tersebut , lalu melepaskannya, polisi dan FBI tampaknya kesulitan.

Kamis malam, sejumlah pejabat di Orem merilis lebih banyak detail tentang pakaian tersangka dan gerakan awal setelah penembakan, sambil memohon kepada masyarakat untuk membantu mengidentifikasinya.

Direktur FBI Kash Patel mengatakan penangkapan akhirnya dilakukan pada pukul 10.00 malam hari Kamis.

Cox memuji bantuan dari keluarga terduga pembunuh.

"Pada malam 11 September, seorang anggota keluarga Tyler Robinson menghubungi seorang teman keluarga, yang kemudian menghubungi kantor sheriff Washington County dengan informasi bahwa Robinson telah mengaku kepada mereka atau menyiratkan bahwa dialah yang melakukan insiden tersebut," ujarnya.

Hukuman Mati 

Trump mengatakan ia menginginkan hukuman mati untuk pria bersenjata itu.

Peti mati Kirk dibawa ke kota asalnya, Phoenix, dengan pesawat resmi Wakil Presiden JD Vance.

Rekaman menunjukkan Vance memegang peti mati dengan tangannya saat dibawa ke Air Force 2.

Kirk, yang dipuji para pendukungnya sebagai martir, mendirikan Turning Point USA pada tahun 2012 untuk menggerakkan sudut pandang konservatif di kalangan anak muda, dengan bakat alamiahnya dalam pertunjukan yang menjadikannya juru bicara andalan di jaringan televisi.

Ayah dua anak ini memanfaatkan audiensnya di TikTok, Instagram, dan YouTube untuk membangun dukungan bagi kebijakan anti-imigrasi, ajaran Kristen yang blak-blakan, dan kepemilikan senjata api, serta menyebarkan klip-klip yang diedit dengan cermat dari interaksinya selama debat di berbagai acara kampusnya.

  • Penembakan Charlie Kirk

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.