Trump Ungkap Kesepakatan Penjualan TikTok Masih Terbuka

Jumat, 11 Apr 2025, 05:00 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (9/4) mengatakan kesepakatan untuk memisahkan aset aplikasi media sosial Tiongkok TikTok di AS masih "di atas meja" beberapa hari setelah kesepakatan itu ditunda, walau beberapa senator AS mengkritik kesepakatan yang diusulkan.

"Kami memiliki kesepakatan dengan sejumlah orang yang sangat baik, sejumlah perusahaan yang sangat kaya yang akan melakukan pekerjaan yang hebat dengan kesepakatan itu, tetapi kami harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi dengan Tiongkok," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval. "Itu sudah ada di atas meja, sangat mungkin," imbuh dia.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump pada tanggal 9 April mengatakan kesepakatan potensial untuk memisahkan aset TikTok di AS masih "di atas meja" beberapa hari setelah ditunda. — Sumber: Istimewa

Pekan lalu Trump memperpanjang batas waktu bagi ByteDance yang berbasis di Tiongkok untuk melepaskan aset AS dari aplikasi video pendek yang digunakan oleh 170 juta warga Amerika, atau menghadapi larangan. Kesepakatan harus dicapai sebelum 19 Juni, tanggal saat larangan tersebut mulai berlaku.

Trump telah dua kali memberikan penangguhan pemberlakuan larangan tersebut, yang awalnya ditetapkan berlaku pada Januari lalu.

Kesepakatan itu akan memisahkan operasi TikTok di AS menjadi perusahaan baru yang berpusat di AS dan mayoritas dimiliki dan dioperasikan oleh investor AS. Rencana tersebut mencakup pemisahan entitas AS untuk TikTok dan mengurangi kepemilikan Tiongkok.

Senator Demokrat Mark Warner dan Ed Markey mengatakan Trump tidak memiliki kewenangan hukum untuk memperpanjang batas waktu. Warner juga mengatakan kesepakatan yang dilaporkan sedang dipertimbangkan tidak akan memenuhi persyaratan hukum.

Pada Rabu, Markey berupaya meloloskan undang-undang untuk memperpanjang batas waktu hingga Oktober, tetapi diblokir.

Ketua Komite Intelijen Senat, Tom Cotton, mencatat banyak investor Amerika ingin membeli TikTok, tetapi memperingatkan bahwa mereka harus memutuskan semua hubungan dengan Tiongkok.

"Para pembeli potensial ini mungkin meminta Kongres untuk mengganti rugi mereka atas pelanggaran hukum atau membebaskan mereka dari kejahatan TikTok di masa lalu dan kerugian yang dialami rakyat Amerika," kata Cotton. "Bagi warga Amerika mana pun yang ingin berinvestasi dalam kesepakatan TikTok yang setengah-setengah, Kongres tidak akan pernah melindungi Anda dari berbisnis dengan Tiongkok Komunis."

Kendala utama dalam kesepakatan bisnis TikTok di AS adalah persetujuan pemerintah Tiongkok. Salah satu sumber yang dekat dengan investor ByteDance di AS mengatakan pengerjaan kesepakatan prospektif itu terus berlanjut menjelang batas waktu 19 Juni, tetapi Gedung Putih dan Beijing perlu menyelesaikan sengketa tarif terlebih dahulu.

Undang-undang tersebut mengharuskan TikTok berhenti beroperasi paling lambat 19 Januari kecuali ByteDance telah menyelesaikan penjualan aset aplikasi tersebut di AS. Akan tetapi Trump yang memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden pada 20 Januari, memilih untuk tidak memberlakukannya.

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Andes Tanjung, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.