Lamongan Gencarkan Budi Daya Bawang Merah, Petani Raup Untung Lebih Tinggi

Jumat, 12 Sep 2025, 03:30 WIB

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mendorong pengembangan budi daya bawang merah di berbagai kecamatan. Upaya ini dinilai mampu menjaga ketahanan pangan, menekan inflasi, sekaligus membuka peluang baru bagi petani selain padi dan tembakau.

"Di Kabupaten Lamongan tidak hanya bisa menanam padi atau tembakau, tetapi bawang merah juga potensial untuk menjaga ketahanan pangan," kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Lamongan, Kamis (11/9).

Ia menjelaskan bawang merah termasuk tiga besar komoditas bahan pokok yang sering mengalami fluktuasi harga sehingga melalui budi daya tersebut mampu menekan inflasi.

Pemkab Lamongan akan terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada petani agar lebih banyak membudidayakan bawang merah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito menyebut hingga Agustus 2025 tercatat 64 hektare lahan bawang merah telah panen dengan kualitas baik, khususnya varietas bauji.

"Selain di Kecamatan Sukorame, bawang merah juga ditanam di Kecamatan Sekaran, Babat, dan wilayah lainnya," katanya.

Dia mengatakan bawang merah memberikan keuntungan lebih bagi petani karena memiliki harga yang relatif tinggi, tidak membutuhkan banyak air, serta minim risiko gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Untuk mendukung petani bawang merah, Pemkab Lamongan telah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di wilayah Sukorame, berupa combine harvester, benih bawang merah, cultivator, pompa air, handtraktor rotary, hingga pembangunan jalan usaha tani.

Bantuan tersebut diharapkan mendukung kemajuan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.

  • ketahanan pangan
  • lamongan
  • budi daya bawang merah

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.