Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Injeksi Triliunan ke Himbara: Penyelamat Stabilitas atau Beban Baru Negara?

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Injeksi Triliunan ke Himbara: Penyelamat Stabilitas atau Beban Baru Negara? Doc: ANTARA
Ket. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) bersama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian Jakarta, Jumat (12/9/2025).

JAKARTA – Injeksi likuiditas ke bank BUMN pada dasarnya merupakan strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memastikan fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal di tengah tekanan ekonomi.

Dukungan likuiditas ini dapat meringankan tekanan pendanaan bank, memperkuat daya tahan modal, serta menjaga kepercayaan pasar terhadap soliditas bank-bank milik negara.

Dari sisi makro, langkah tersebut membantu mencegah potensi pengetatan likuiditas yang bisa berdampak pada naiknya suku bunga kredit dan melemahkan aliran pembiayaan ke sektor riil.

Bank BUMN yang menjadi penopang utama penyaluran kredit nasional akan memiliki ruang lebih besar untuk mendukung pembiayaan prioritas, seperti UMKM, infrastruktur, dan proyek strategis pemerintah.

Namun, injeksi likuiditas juga membawa tantangan. Tanpa pengelolaan yang disiplin, ada risiko moral hazard dan ketergantungan bank terhadap dukungan negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencairkan dana pemerintah senilai Rp200 triliun ke lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada Jumat (12/9) sore ini.

“Kemarin saya janji akan menambahkan Rp200 triliun ke perbankan. Ini sudah diputuskan. Siang ini disalurkan dan sore sudah masuk,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Jumat (12/9).

Kelima bank itu adalah PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Persero Tbk dengan nilai dana masing-masing sebesar Rp55 triliun.

Kemudian, PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) Rp25 triliun dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Rp10 triliun.

Purbaya menjelaskan dana yang disalurkan ke BSI lebih kecil dibandingkan empat bank lainnya mengingat ukuran bank yang juga relatif lebih kecil.

Namun, BSI tetap dilibatkan lantaran menjadi satu-satunya bank yang memiliki akses penyaluran pembiayaan di Aceh. “Supaya dananya bisa juga dimanfaatkan di Aceh sana,” tambah dia.

Penempatan uang dilakukan dalam bentuk Deposito On Call konvensional/syariah dengan mekanisme tanpa lelang. Menurut Purbaya, tidak ada pengaturan tenor untuk penyaluran kredit ini.

“Uang pemerintah biasanya ditaruh di Bank Indonesia (BI), yang perbankan tidak bisa akses. Kalau kita pindahkan sebagian, pemerintah nggak bisa belanja pun perbankan bisa akses dan ekonomi bisa jalan. Jadi, nggak harus ada tenor. Bisa kita geser, bisa diambil kapan pun karena On Call,” jelas Purbaya.

Tingkat bunga/imbal hasil ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan BI atau BI-Rate.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.