HNW Apresiasi dan Berharap Menag Benar-benar Bisa Mewujudkan Peningkatan Kesejahteraan Guru
Jumat, 12 Sep 2025, 08:43 WIBJAKARTA - Wakil Ketua MPR-RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR-RI, Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi keputusan Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar yang setelah berakhirnya urusan penyelenggaraan ibadah haji dari Kementerian Agama (Kemenag), langsung memfokuskan pada urusan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama, terutama terkait peningkatan kesejahteraan guru.
HNW sapaan akrabnya menyebut bahwa sikap ini tentu bukan kontroversi dan para guru pastinya akan menerima dengan baik perhatian yang diberikan oleh Pemerintah sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agama.
âAlhamdulillah, Kemenag bisa mengakhiri penyelenggaraan ibadah haji dengan Indeks sangat memuaskan berdasarkan Survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dan kemudian tidak berlarut dengan dipisahkannya urusan haji dari Kemenag, tapi justru terus bergerak hadirkan kepedulian dan kemajuan di sektor pendidikan di lingkungan Kementerian Agama. Adanya kebijakan kenaikan insentif guru, kuota PPG, juga pengangkatan guru honorer, patut diapresiasi dan harusnyadirealisasikan dengan secepatnya dan sebaik-baiknya,â disampaikan Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya (4/9) Menteri Agama menyebut, pihaknya meningkatkan insentif 227.147 guru non-PNS dari 1,5 juta per bulan menjadi 2 juta rupiah per bulan.
Kemudian sepanjang tahun 2025 sudah ada 206.411 guru yang menjalani Program Profesi Guru, naik 700 persen dari tahun 2024. Dan sebanyak 52 ribu guru honorer telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
âDalam proses penyaluran beragam program tersebut pasti ada prosedur administratif yang harus dipenuhi oleh para guru. Diharapkan Kemenag bisa membantu dan tidak mempersulit sehingga seluruhnya hak itu bisa terserap optimal, tentu tanpa melanggar aturan yang berlaku,â sambungnya.
Anggota DPR-RI Fraksi PKS ini menyebut, keberpihakan terhadap guru sejak awal dan telah secara konsisten juga diperjuangkan oleh anggota DPR di Komisi VIII.
Misalnya pada RAPBN 2026 Kementerian Agama, pagu untuk belanja pegawai dan operasional di mana salah satu komponen utamanya adalah tunjangan guru dan gaji PPPK berhasil ditingkatkan dari 36,9 triliun rupiah pada indikatif awal menjadi 49,3 triliun rupiah.
Bahkan pada rapat Kerja terakhir dengan Menteri Agama terkait pembahasan RKA K/L (3/9), kembali disepakati usulan tambahan anggaran dari Kemenag sebesar 21,7 triliun rupiah, di antaranya untuk program revitalisasi madrasah dan digitalisasi pendidikan.
âMelalui upaya ini diharapkan terjadi peningkatan signifikan pada kualitas pendidikan keagamaan. Dan Menag bersama seluruh personilnya yang tidak lagi disibukkan menjadi penyelenggara haji, harusnya bisa fokus merealisasikan hal ini sebagai kegiatan utama di Kementerian Agama, menghadirkan pendidikan dan hasil pendidikan serta lembaga pendidikan di lingkungan Kementerian Agama yang unggul, dari tingkat RA/TK hingga Perguruan Tinggi,â pungkasnya.
- Wakil Ketua MPR
- Menag Nasaruddin Umar
- HNW
- Peningkatan kesejahteraan Guru
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Lima Bintang Putri di FIBA 3x3 Champions Cup 2026
-
99 Persen ASN Kemenkeu Sudah Lapor SPT Tahunan via Coretax
-
Usai Libur Lebaran, Arus Kendaraan di Jalan Basuki Rachmat Jaktim Kembali Padat
-
Sidak RSUD Yowari, Wamendagri Ribka Haluk: Pasien Masuk 5 Menit Harus Langsung Ditangani!
-
OTT Bea Cukai Berlanjut, KPK Dalami Dugaan Jaringan Korupsi Berlapis
-
573 Rumah di Kota Serang Terendam Banjir, Dua Bangunan Roboh
-
Cuaca Jakarta Hari Ini, BMKG Prakirakab Hujan Merata di Seluruh Wilayah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.