Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Mesin Ekonomi Dioptimalkan untuk Memacu Pertumbuhan Lebih Tinggi

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dua Mesin Ekonomi Dioptimalkan untuk Memacu Pertumbuhan Lebih Tinggi Doc: istimewa
Ket. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi membutuhkan percepatan investasi selain tiga pilar lainnya yaitu konsumsi, ekspor dan belanja pemerintah. 

Untuk mempercepat pertumbuhan investasi itu, Menkeu akan memperkuat peran swasta dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai sovereign wealth fund, agar penanaman modal tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kontribusi investasi dari Danantara diharapkan terus meningkat hingga tahun 2029, sejalan dengan meningkatnya kontribusi swasta,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (10/9).

Strategi tersebut disampaikan Menkeu sebagai langkah untuk menggerakkan dua mesin ekonomi sekaligus secara optimal melalui pembiayaan dari sektor swasta dan dari Pemerintah.

Lebih lanjut Purbaya menjabarkan investasi strategis oleh Danantara diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif yang mempunyai nilai tambah tinggi, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan.

Pemerintah pun turut hadir melalui APBN sebagai katalis untuk menggairahkan peran swasta. Dengan demikian diharapkan Danantara dan sektor swasta dapat berkontribusi besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Secara paralel, APBN jelas Menkeu terus menggelontorkan dukungan untuk pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Dukungan itu diarahkan untuk proyek-proyek prioritas yang mempunyai daya ungkit terhadap pertumbuhan, di antaranya perumahan, infrastruktur pendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi, serta sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan.

Menkeu pun dalam paparannya menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2026 sebesar 5,4 persen, lebih tinggi dari target APBN 2025 sebesar 5,2 persen.

Purbaya pada kesempatan itu juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan ekonomi melaluiinstrumen fiskal dan moneter. Ia pun mengingatkan, kalau belanja Pemerintah berjalan lambat dan kebijakan moneter terlalu ketat, dampaknya bisa lebih buruk.

Purbaya yang baru tiga hari menjabat Menkeu pun mengambil langkah taktis dengan mengalihkan dana milik Pemerintah di rekening Bank Indonesia sebesar 200 triliun rupiah ke sistem keuangan (bank).

Menkeu mengaku telah melaporkan ke Presiden untuk menginjeksi likuiditas ke perekonomian dengan harapan, bank bisa menyalurkan dalam bentuk penyaluran kredit atau pembiayaan ke sektor riil.

Ia pun sudah berkoordinasi dengan otoritas moneter dalam hal ini Bank Indonesia (BI) agar tidak menyerap likuiditas tersebut dengan instrumen moneter jangka pendek Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Usai menghadap Presiden, Menkeu pun menegaskan kalau dana yang ditempatkan di sistem perekonomian itu akan memaksa mekanisme pasar berjalan, di mana bank menyalurkan ke sektor riil bukan untuk digunakan membeli Surat Utang Negara (SUN) ataupun ditempatkan di SRBI.

Membuka Ruang

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.