Australia Optimistis Akhiri Kekosongan Gelar Davis Cup

Kamis, 11 Sep 2025, 07:57 WIB

SYDNEY – Petenis peringkat delapan dunia, Alex de Minaur, menegaskan ambisi terbesarnya dalam tenis bukanlah gelar Grand Slam, melainkan mengangkat trofi Davis Cup bersama tim negaranya. De Minaur yakin tahun ini menjadi saat yang tepat bagi Australia untuk mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali juara pada tahun 2003.

Australia tercatat 28 kali menguasai ajang beregu paling bergengsi ini, hanya kalah dari Amerika Serikat. Namun, dalam dua dekade terakhir, perjalanan menuju podium tertinggi kerap terhenti di tengah jalan. Tahun lalu mereka disingkirkan Italia yang dipimpin Jannik Sinner di babak semifinal. Sebelumnya dua kali menjadi runner-up, masing-masing kalah dari Kanada dan Italia.

Ket. Foto: Petenis Australia Alex De Minaur lakukan backhand ke arah petenis Kanada Felix Auger-Aliassime dalam turnamen tenis AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center di New York City. — Sumber: TIMOTHY A. CLARY / AFP

Dengan Lleyton Hewitt kembali menjabat kapten, Australia akan meladeni Belgia akhir pekan ini dalam kualifikasi putaran kedua di Ken Rosewall Arena, Sydney. Pertandingan Davis Cup selalu menjadi momen paling menyenangkan. Tenis itu olahraga yang sangat sepi. Jadi, kesempatan bermain untuk tim sangat berarti. “Bagi saya, tujuan utama adalah mengangkat trofi. Itulah prioritas sepanjang karir saya,” ujar De Minaur, yang baru-baru ini tersingkir di perempat final US Open.

Australia memiliki kekuatan solid: tujuh petenis tunggal dan tujuh petenis ganda yang masuk 100 besar dunia. De Minaur optimistis kombinasi itu cukup untuk merebut gelar ke-29. “Kami punya semua bahan yang dibutuhkan. Beberapa tahun lalu, kami mungkin belum sebagus sekarang. Tapi kami terus berkembang, saling melengkapi, dan selalu menunjukkan gairah saat Davis Cup. Itu membuat kami selalu tampil lebih baik,” ujarnya.

Dalam laga melawan Belgia, De Minaur akan didampingi Alexei Popyrin yang kini menempati peringkat 40 dunia. Sektor ganda dipercayakan kepada Jordan Thompson dan Matthew Ebden. Belgia sendiri mengandalkan Zizou Bergs, petenis peringkat 46 dunia. Putaran final Davis Cup akan digelar di Italia pada bulan November mendatang, dengan tuan rumah berstatus juara bertahan. Tujuh tim pemenang kualifikasi akhir pekan ini akan bergabung ke fase tersebut.

Selain duel Australia kontra Belgia, laga lain yang menjadi sorotan adalah Amerika Serikat yang dipimpin Taylor Fritz menghadapi Republik Ceko, serta Denmark bersama Holger Rune menantang Spanyol. Namun, Spanyol harus tampil tanpa andalan mereka, Carlos Alcaraz, yang mundur setelah menjuarai US Open awal pekan ini. ben/Ant/G-1

  • Davis Cup

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.