Timnas Indonesia Darurat “Striker”
Rabu, 10 Sep 2025, 07:40 WIBJAKARTA â Timnas Indonesia kembali menghadapi persoalan klasik: mandul di lini depan. Laga uji coba FIFA Matchday melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9), menjadi bukti nyata. Meski mendominasi dengan 81 persen penguasaan bola dan sembilan tembakan, Skuad Garuda tak mampu mencetak satu gol pun. Pertandingan pun berakhir tanpa gol, 0-0. Malah Emil Audero nyaris terancam dengan tembakan pemain Lebaon yang begitu keras. Indonesia tidak memiliki tendangan on target, meski mendominasi laga.
Dominasi Indonesia di lapangan sebenarnya tak terbantahkan. Lebanon lebih banyak menunggu dan bertahan rapat di area sendiri. Mereka hanya sesekali melancarkan serangan balik yang tak berbahaya. Alhasil, lini belakang Garuda tidak teruji. Namun, masalah besar muncul di sektor serangan. Ini mirip-mirip tim U-23. Selain lawan Brunei dan Macau, Tim U-23 tak mampu membuat gol. Tim senior hanya mencetak gol lawan tim lemah Taiwan.
Di lini tengah, keputusan Patrick Kluivert menurunkan gelandang bertahan membuat kreativitas tersendat. Minimnya penetrasi dan tendangan jarak jauh semakin mengurangi variasi serangan.
âKalau ada gelandang yang berani menusuk dan melepaskan tembakan, saya yakin hasilnya tak akan kosong,â ujar pengamat sepak bola Akmal Marhali.
Sektor sayap justru jadi titik paling menjanjikan. Duet Yakob Sayuri dengan Miliano Jonathans, serta kombinasi Dean James bersama Stefano Lilipaly, kerap merepotkan pertahanan Lebanon. Meski begitu, kualitas serangan sayap ini masih perlu peningkatan agar lebih efektif di level internasional. Masalah krusial terletak di lini depan. Indonesia tidak memiliki seorang âgoal-getterâ murni. Striker yang ada belum mampu memanfaatkan dominasi penguasaan bola.
Pelatih Patrick Kluivert mengakui bahwa rapatnya pertahanan Lebanon menjadi kendala utama. âMereka benar-benar bertahan di area sendiri. Itu membuat peluang mencetak gol lebih sulit. Kami sudah berusaha menyerang, tapi sayangnya tidak ada gol,â ujarnya dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Memanaskan Laga
Mantan bomber timnas Belanda itu menambahkan, permainan keras sempat memanaskan laga, bahkan memicu konflik dengan pemain lawan dan wasit. âSaya hanya ingin pertandingan bersih, apalagi punya dua laga penting bulan depan. Syukurlah tidak ada pemain yang cedera,â ujar Kluivert.
Meski hasil kurang memuaskan, sang pelatih menilai ada progres positif. Dalam sepuluh hari terakhir, para pemain dianggap sudah mulai memahami filosofi permainan yang dia terapkan. âKadang bola masuk, kadang tidak. Yang penting kami terus berusaha menciptakan peluang. Saya bisa pastikan, para pemain akan berjuang untuk negaranya,â tegasnya.
Kapten timnas, Jay Idzes, juga menekankan pentingnya pembelajaran dari laga ini. Bek yang kini memperkuat Sassuolo di Serie A itu mengingatkan bahwa skuad Garuda masih dalam tahap transisi. âKami tim muda, dengan staf baru dan beberapa pemain baru. Tapi kami punya rencana jelas. Target kami tetap sama, yaitu menang di setiap laga,â ucapnya.
Idzes berharap arahan Kluivert bisa benar-benar diterapkan di lapangan. âTidak peduli lawannya Lebanon atau Arab Saudi, target kami tidak berubah: kemenangan,â sambungnya. Hasil imbang tanpa gol di Surabaya jelas menjadi pekerjaan rumah besar bagi timnas.
Dengan skema 4-3-3 yang mengandalkan penguasaan bola, permainan Skuad Garuda tampak atraktif di sisi sayap. Namun tanpa kehadiran striker haus gol dan kreativitas lini tengah, dominasi hanya akan menjadi angka di statistik, bukan gol di papan skor. Alangkah baiknya bila masih ada satu kali lagi laga uji coba sebelum matchday habis. Misalnya, melawan pemain-pemain asing yang berlaga di Liga Super.
Sebab timnas perlu lebih banyak bermain bersama. Jika ini dapat terwujud akan sangat membantu pembentukan tim. Kluivert jangan lagi ganti-ganti pemain. Tim yang turun di babak pertama boleh jadi âthe dream teamâ yang tak perlu diubah-ubah. Sayang setelah menit 60 malah seperti latihan pelatih mengganti begitu banyak pemain. ben/G-1
- FIFA Match Day
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Sorotan Hari Ini: Presiden Prabowo Sambut Kunjungan PM Malaysia Anwar Ibrahim
-
Rekor Lebaran! KCIC Berangkatkan Ratusan Ribu Penumpang, Whoosh Makin Digandrungi
-
Menekraf Sambut Baik Film yang Bawa Pesan Moral Melalui Visual
-
Wajah Kota Bogor Ditata, Kabel Udara Diturunkan hingga 16 Km dan Terus Dikebut
-
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Bener Meriah Aceh, BMKG Sebut Akibat Sesar Aktif
-
Cepat Berburu Tiket Timnas Lawan Oman dan Mozambik, Hanya Tersedia 35.000
-
Persib Bandung Genjot Fisik Pemain di Jeda Internasional, Fokus Siapkan Duel Kontra Dewa United
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.