- Home
-
- Luar Negeri
-
- Mengimpor Gaya Ujuk Rasa I...
Mengimpor Gaya Ujuk Rasa Indonesia, Warga Nepal Membakar Rumah Istri Mantan PM, Membuatnya Meninggal
Rabu, 10 Sep 2025, 13:29 WIBNEPAL â Rupanya gaya unjuk rasa model Indonesia yang disusupi penumpang gelap dengan menjarah rumah pejabat yang arogan dan pamer kekayaan telah diimpor demonstrans Nepal. Mereka juga membakar rumah-rumah pejabat termasuk milik istri mantan Perdana Menteri Nepal, Jhalanath Khanal. Dia bahkan sampai terluka setelah kediamannya dibakar dalam kerusuhan antipemerintah dan meninggal, Selasa (9/9).
Sebelumnya pada hari yang sama, portal tersebut melaporkan bahwa istri Khanal berada dalam kondisi kritis akibat luka bakar yang dideritanya. Ketegangan di Nepal bermula pada tanggal 4 September saat otoritas Nepal memblokir sejumlah situs media sosial ternama yang gagal mendaftar ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi dalam batas waktu yang ditentukan.
Protes massal yang sebagian besar melibatkan generasi muda, yang dijuluki media sebagai "Revolusi Gen Z", mulai berlangsung di Ibu Kota Nepal pada hari Senin (8/9) dan telah menyebar ke sejumlah kota besar di seluruh Nepal. Situasi di Nepal memanas setelah para pengunjuk rasa menerobos gedung parlemen, sehingga memaksa aparat penegak hukum untuk menggunakan meriam air, gas air mata dan peluru tajam. Akibatnya, sejumlah pengunjuk rasa mengalami luka, menurut laporan tersebut.
Pengunjuk rasa yang meminta Perdana Menteri Sharma Oli agar mengundurkan diri, mulai membakar kediaman pribadi Oli yang berada di Kota Baluwatar. Mereka dilaporkan menuntut pertanggungjawaban atas kematian korban dan membakar kediaman sang PM.
Menurut The Himalayan Times, pengunjuk rasa di sejumlah kota lainnya juga membakar kediaman politisi, di antaranya Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Prithvi Subba Gurung dan mantan Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak, yang mengundurkan diri di tengah aksi protes.
Demonstran berhasil menduduki gedung parlemen dan kediaman pribadi Presiden Nepal Ram Chandra Poudel pun turut dimasuki warga. Buntut dari protes tersebut, Perdana Menteri Oli turut mengundurkan diri setelah beberapa menteri terlebih dahulu melakukan hal serupa.
Sedikitnya 1.500 tahanan melarikan diri dari penjara Nakkhu di Lalitpur di tengah kerusuhan, lapor portal Khabarhub. Media setempat juga melansir adanya penembakan di gedung markas besar Kepolisian Nepal.
- aksi unjuk rasa
- demonstrasi nepal
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Nepal Memanas! 4 Fakta Larangan Medsos Berujung Demo Berdarah, PM Mundur Hingga Gedung Parlemen Dibakar
-
Pemkot Jaktim Amankan Stok Pangan
-
Aksi unjuk rasa Hari Perempuan Sedunia di Ternate
-
Wagub: Ojol Silakan Unjuk Rasa. Tolong Jaga Jakarta Juga
-
Ayo! Anggota DPRD DKI, Aksi Unjuk Rasa Jadikan Momentum Introspeksi Diri
-
Gubernur ke Rumah Duka Andika Lutfi, Tapi Kok Tidak Menjanjikan Apa-apa Ya, Termasuk Wapres. Usut Kekerasan Aparat atas 10 Korban Jiwa
-
Bali Dilanda Banjir Besar, Happy Salma Harapkan Penerapan Keseimbangan Tata Ruang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.