Perubahan Nama Departemen Pertahanan AS menjadi Departemen Perang Hidupkan lagi Semangat Kemenangan

Senin, 08 Sep 2025, 08:07 WIB

JAKARTA-Keputusan Presiden AS, Donald Trump yang mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang sarat dengan muatan historis. Ini tanda bahwa AS siap memenangkan pertarungan.

Demikian diulas Mahasiswa Doktoral Ilmu Sosial Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Frederik M Gasa merespon perubahan nama Departemen Pertahanan AS menjadi Departemen Perang.

Ket. Foto: Mahasiswa Doktoral Ilmu Sosial Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Frederik M. Gasa — Sumber: istimewa

Dia menjelaskan, walau mungkin bagi sebagian orang, pergantian nama departemen atau institusi ini adalah sesuatu yang lumrah dilakukan jika terjadi pergantian kepemimpinan, tetapi hal ini tidak kemudian bisa dianggap semudah itu karena sarat muatan historis di dalamnya.

Sebelumnya, di era Presiden George Washington, tahun 1789, AS memiliki Departemen Perang dan pasca berakhirnya perang dunia I dan II berubah menjadi Departemen Pertahanan. Lalu sekarang, Trump mengubah kembali nama departemen tersebut menjadi Departemen Perang. 

Hal ini dilakukan Trump untuk balik menggertak Cina (dan aliansinya) bahwa Wasington juga 'tidak main-main', mereka juga sudah siap jika sewaktu-waktu perang pun pecah. "Nama departemen ini menjadi tanda, tanda bahwa kemenangan di era perang dunia bisa terulang kembali jika nanti terjadi perang,"tegas Frederik dari Surabaya, Senin (8/9).

Bagi RI terangnya, apa yang terjadi ini harus direspon secara bijak. Perlu komunikasi dan diplomasi yang intens dengan negara-negara besar ini agar positioning Indonesia tetap netral dan tidak memihak negara manapun sebagamana prinsip non blok yang sudah sejak dulu dipraktekan pemimpin kita.

Di tengah situasi nasional yang kurang baik dalam beberapa hari terakhir, ternyata situasi ketegangan negara-negara adidaya justru lebih buruk lagi. Kebijakan baru Trump mengganti nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang juga dapat meningkatkan eskalasi konflik dengan negara lain, terutama Cina.

Jelas kata Frederik, pergantian nama departemen yang dilakukan Trump ini terjadi pasca parade militer yang dilakukan Cina beberapa waktu lalu untuk mengenang 80 tahun Perang Dunia Berakhir. Perayaan ini menjadi momentum Xi Jinping untuk menunjukkan kepada dunia (terutama kepada AS) bahwa mereka "tidak main-main" dan sangat serius dalam mengembangkan tekonologi militernya. 

Xi Jinping menampilkan kecanggihan senjata-senjata baru yang dimiliki Cina seperti Drone AJX-002, Serigala Robot (robotic wolves) dan lain sebagainya. Xi Jinping menampilkannya di hadapan beberapa petinggi negara lain, yang juga menjadi tanda bahwa mereka akan "aman" jika beraliansi dengan Cina. 

Rupanya, Trump masih 'berkesan' dengan upacara parade militer Cina, karena kemudian ia mengambil langkah responsif, bukan dengan parade militer tandingan, tetapi dengan 'mengganti nama' departemen. 

Pesan ke Seluruh Dunia

Diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada hari Jumat (5/9), menandatangani perintah yang mengganti nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang, dengan mengatakan hal itu mengirimkan "pesan kemenangan" ke seluruh dunia. 

Didampingi oleh kepala Pentagon Pete Hegseth pada upacara penandatanganan di Gedung Putih, presiden dari Partai Republik itu mengatakan nama saat ini yang telah berlaku selama lebih dari 70 tahun terlalu "wokey". "Saya pikir ini mengirimkan pesan kemenangan," ujar Trump kepada para wartawan di Ruang Oval tentang perubahan nama tersebut. "Nama itu jauh lebih tepat mengingat situasi dunia saat ini."

Keputusan tersebut menandai salah satu upaya Trump untuk memberi jejak politiknya pada lembaga terbesar dalam struktur pemerintahan federal.

Tak hanya itu, perubahan nama itu juga memberi legitimasi kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth beserta jajarannya untuk menggunakan gelar alternatif seperti “Menteri Perang”, “Departemen Perang”, hingga “Wakil Menteri Perang” dalam komunikasi resmi maupun publik.

Dari dokumen yang dirilis Gedung Putih, Hegseth nantinya diminta menyusun rekomendasi baik dalam bentuk kebijakan eksekutif maupun legislatif agar pergantian nama ini dapat berlaku permanen. Dalam hal ini Trump tidak hanya ingin perubahan simbolis semata, tetapi juga menginginkan legitimasi hukum agar nama “Departemen Perang” benar-benar menggantikan istilah lama.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.