Pengembangan Jet Tempur Siluman KAAN Masuki Tahap Integrasi Sistem

Senin, 08 Sep 2025, 19:33 WIB
ANKARA - Produsen jet tempur Turki, TUSAÅž, baru-barubini mengonfirmasi bahwa pekerjaan integrasi sistem jet tempur generasi kelima, KAAN, kini sedang berlangsung di jalur perakitan akhir.
Menurut Ulusavunma , dua prototipe baru—yang saat ini sedang menjalani perakitan tingkat lanjut—dibangun dengan sistem internal yang ditingkatkan, yang diambil dari data penerbangan yang dikumpulkan selama dua uji terbang yang berhasil dari prototipe P0 awal yang dilakukan pada tahun 2024.
Dalam presentasi kepada media Turki, para eksekutif TUSAÅž menggambarkan KAAN sebagai inti dari upaya strategis yang lebih luas untuk mencapai kemandirian dalam kemampuan kedirgantaraan militer. Pesawat tempur ini dirancang untuk beroperasi berdampingan, dan pada akhirnya menggantikan, platform rancangan asing dalam inventaris Turki.
“KAAN bukan sekadar jet tempur; melainkan produk ekosistem kedirgantaraan nasional,” ujar eksekutif TUSAŞ, Tolga Demiroglu, saat berbicara di sebuah panel industri pada 29 Agustus. 
“Kami mungkin bukan yang pertama mengembangkan pesawat tempur generasi keenam, tetapi kami akan menjadi pelopor. TAI sedang dalam tahap Ph.D.—melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.”
Dilansir oleh Defence Blog, sebagai bagian dari Program Pesawat Tempur Nasional, pencapaian ini semakin mendekatkan Turki untuk memiliki jet tempur siluman dalam negeri, yang dirancang untuk menggantikan armada F-16 Angkatan Udara Turki yang menua. Penerbangan perdana prototipe yang disempurnakan ini diperkirakan akan dilakukan pada kuartal kedua tahun 2026, ungkap perusahaan tersebut.
TUSAÅž memproduksi pesawat ini di lini produksi khusus, yang merakit komponen-komponen utama secara vertikal seperti sayap sepanjang 14 meter dan bagian tengah badan pesawat, yang beratnya sekitar 3,3 metrik ton. Pejabat perusahaan menyatakan bahwa pabrik di Ankara saat ini memiliki kapasitas untuk memproduksi hingga delapan pesawat per tahun, tetapi mereka sedang meninjau opsi untuk meningkatkan skala produksi guna mendukung produksi penuh.
Kebutuhan awal Angkatan Udara Turki dilaporkan adalah 148 pesawat KAAN, meskipun masih belum jelas apakah angka tersebut termasuk 48 pesawat yang dipesan oleh Indonesia atau hanya merupakan kebutuhan domestik saja.
Varian Blok 10—yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2029—diperkirakan akan memasuki armada dengan kapasitas penerbangan terbatas, yang akan diperluas melalui pengujian dan pengembangan perangkat lunak yang berkelanjutan. Pesawat produksi skala penuh ini akan dilengkapi avionik canggih, karakteristik siluman, dan kompatibilitas dengan amunisi udara-ke-udara dan udara-ke-darat buatan Turki.
Demiroglu mengonfirmasi bahwa TUSAÅž telah mulai menjajaki kebutuhan pesawat tempur generasi keenam. Namun, fokus utama saat ini tetap pada produksi massal KAAN, validasi kinerjanya melalui pengujian, dan memastikan interoperabilitas dengan sistem pertahanan udara Turki dan sekutu.
Program KAAN mencerminkan meningkatnya penekanan Turki pada teknologi pertahanan berdaulat. Dengan mengembangkan platform generasi kelima yang sepenuhnya domestik, Ankara berupaya mengurangi ketergantungan pada pemasok asing sekaligus memposisikan diri sebagai eksportir kedirgantaraan yang handal.
  • jet tempur siluman KAAN

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.