- Home
-
- Luar Negeri
-
- Lavrov: Russia Takkan Lupa...
Lavrov: Russia Takkan Lupakan Sikap Barat Meski Tak Ingin Balas Dendam
Senin, 08 Sep 2025, 17:20 WIBMoskow - Russia tidak ingin membalas dendam kepada siapa pun dan tidak mengasingkan mantan mitra dari negara-negara Barat, tetapi Moskow akan mempertimbangkan tindakan mereka di masa lalu, ujar Menteri Luar Negeri Russia Sergey Lavrov, Senin (8/9).
"Kami tidak ingin membalas dendam kepada siapa pun, melampiaskan amarah kepada siapa pun... Kami tidak akan mengabaikan siapa pun. Ketika mantan mitra Barat kami, yang sekarang menjadi tetangga, sadar dan ingin datang ke Rusia dan bekerja di sini lagi, kami tidak akan mengusir mereka," kata Lavrov dalam pidatonya di Universitas MGIMO Moskow.
"Namun, mari kita lihat dalam kondisi apa hal itu dapat dilakukan. Dan, tentu saja, kami akan mempertimbangkan bahwa dengan melarikan diri atas perintah para pemimpin politik mereka, mereka (mitra Barat) telah menunjukkan ketidakandalan mereka," kata Menlu Rusia itu, menambahkan.
Menurut Lavrov, Rusia tidak membangun tembok apa pun dan siap berdialog dengan semua orang, tetapi hanya dengan yang setara.
Sebelumnya, Rusia juga menyatakan akan menyesuaikan pendekatan militernya di sepanjang perbatasan dengan Finlandia karena keanggotaan negara itu di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), kata Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev di Svetogorsk, wilayah Leningrad, Jumat (5/9).
"Walau bagaimanapun, kami akan bersiap menghadapi perubahan yang terjadi â dan juga dalam hubungan kami. Karena kami tidak dapat mengabaikan fakta bahwa Finlandia saat ini merupakan anggota Aliansi Atlantik Utara," ujar Medvedev kepada para wartawan.
"Hal ini menentukan perubahan dalam pendekatan militer kami terhadap pengaturan perbatasan dan penolakan terhadap kemungkinan tindakan yang tidak bersahabat,â katanya.
Mantan kepala negara Rusia itu juga menyasar "koalisi kehendak" pimpinan Barat yang bertemu di Paris pada Kamis untuk membahas dukungan militer bagi Ukraina.
Medvedev menyebut inisiatif itu "omong kosong", dengan mengatakan: "Ini omong kosong, ajaran sesat. Apa yang mereka lakukanâdalam bahasa Inggrisâbualan atau isapan jempol belaka, sebut saja sesukamu," ujarnya.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur DKI: Kemacetan Menurun saat Uji Coba Tol Fatmawati 2
-
Satu WN China Tewas Jadi Korban Gempa Myanmar, Bantuan Internasional Mengalir
-
Trump Siapkan Tarif 500 Persen untuk Negara Pembeli Minyak Russia
-
BPS Catat Kemiskinan Bali Terendah di Indonesia
-
Perkuat Digital Banking, Maybank Indonesia Fokus Kembangkan M2U ID App
-
Indonesia–Pakistan Teken 7 MoU, Disaksikan Presiden Prabowo dan PM Sharif
-
Tarik-Ulur Global dan Domestik, Simak Proyeksi IHSG Awal Pekan Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.