• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Menyaksikan Gerhana Bulan ...

Menyaksikan Gerhana Bulan Blood Moon 8 September 2025 dari Kota Bogor

Senin, 08 Sep 2025, 00:49 WIB
Bogor, Koran-Jakarta.Com : Pada Senin dini hari, 8 September 2025, langit Indonesia menjadi panggung dari salah satu fenomena astronomi paling memukau: Gerhana Bulan Total, yang kerap dijuluki "Blood Moon" atau Bulan Darah. Dari balik dinginnya udara Bogor, Jawa Barat, fenomena ini terasa begitu personal bagi saya.
Menjelang pukul 00.00 WIB, bulan purnama yang semula bersinar terang perlahan-lahan mulai digerogoti oleh bayangan bumi, membentuk sabit cahaya yang semakin menipis sebelum akhirnya memasuki fase totalitas yang dramatis. Dengan kondisi langit yang relatif cerah, proses gerhana sebagian ini terlihat sangat jelas. Bulan tampak seperti sebuah kue sabit raksasa yang sedang dilahap secara perlahan-lahan oleh suatu kekuatan kosmik yang tak terlihat. Nuansa jingga kemerahan sudah mulai terlihat samar pada bagian bulan yang telah masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi, sebuah preview dari Blood Moon yang akan segera tiba.
Berdasarkan pengamatan di Kota Bogor, pukul 00.25 bulan sudah terlihat hampir menghilang seluruhnya, dan hanya menyisakan segaris kecil warna putih serta dominan warna hitam kemerahan (Lihat gambar).

Menurut informasi dari BMKG, gerhana ini dapat diamati di sebagian besar Amerika, Eropa, Afrika, Asia, termasuk Indonesia, dan kawasan Pasifik.
Untuk wilayah Indonesia Barat (WIB), fase totalitas terjadi saat bulan sepenuhnya berada dalam bayangan Bumi. Dimulai sekitar pukul 00.30.17 WIB dan berakhir pukul 01.53.13 WIB, dengan durasi sekitar 1 jam 22 menit 6 detik.
Berikut adalah timeline peristiwanya:

Awal Gerhana Penumbra (P1): 7 September, 23.36 WIB (tidak terlihat jelas oleh mata, bayangan samar)
Awal Gerhana Sebagian (U1): 8 September, 00.34 WIB (bulan mulai "digigit" bayangan gelap)
Awal Gerhana Total (U2): 01.37 WIB (Bulan sepenuhnya masuk umbra, Blood Moon dimulai)
Puncak Gerhana Total: 02.12 WIB (Puncak keindahan Blood Moon)
Akhir Gerhana Total (U3): 02.47 WIB (Bulan mulai keluar dari bayangan inti)
Akhir Gerhana Sebagian (U4): 03.55 WIB
Akhir Gerhana Penumbra (P4): 04.52 WIB (seluruh proses gerhana berakhir)
Mengapa Bulan Bisa Berwarna Merah, istilah yang akhirnya menjadi Blood Moon?

Cahaya Matahari Terpecah: Meski Bumi menghalangi cahaya matahari langsung ke bulan, atmosfer Bumi membelokkan (merefraksi) cahaya matahari.
Filter Raya Atmosfer Bumi: Atmosfer kita bertindak seperti prisma raksasa. Cahaya dengan spektrum biru (panjang gelombang pendek) lebih banyak dihamburkan (itulah sebabnya langit berwarna biru), sementara cahaya dengan spektrum merah (panjang gelombang panjang) mampu menembus atmosfer.
Cahaya merah inilah yang kemudian dibelokkan oleh atmosfer Bumi, menyinari permukaan bulan yang sedang berada dalam bayangan.
Pada dasarnya, gerhana bulan total memproyeksikan semua matahari terbit dan terbenam di Bumi ke permukaan bulan. Jadi, ketika Anda melihat Blood Moon, Anda sedang menyaksikan cahaya dari setiap sunrise dan sunset di seluruh planet Bumi!
Warna merah ini tidak selalu sama setiap gerhana. Warnanya bisa berkisar dari merah tembaga terang hingga merah darah gelap, tergantung pada jumlah polusi, debu vulkanik, atau awan di atmosfer Bumi saat itu (WWN).
  • Gerhana Bulan Total

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Winoto Wahyu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.