Blood Moon Muncul Saat Gerhana Bulan Total Minggu Malam, Terlihat di Seluruh Asia

Senin, 08 Sep 2025, 10:42 WIB

PARIS - Para pengamat bintang menikmati "Bulan Darah" (Blood Moon) pada Minggu (7/9) malam selama gerhana bulan total yang terlihat di seluruh Asia dan sebagian besar Eropa dan Afrika.

Ketika Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar, bayangan yang dihasilkan planet tersebut pada satelitnya membuatnya tampak berwarna merah tua yang menakutkan, yang telah membuat manusia takjub selama ribuan tahun.

Ket. Foto: Blood Moon terlihat di belakang Burj Khalifa, Minggu, 7 September 2025, menjelang gerhana bulan total saat Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar sempurna di Dubai, Uni Emirat Arab — Sumber: AP

Orang-orang di Asia, termasuk Indonesia, India dan Tiongkok, berada di posisi terbaik untuk menyaksikan gerhana total hari Minggu, yang juga dapat terlihat di tepi timur Afrika serta di Australia barat.

Gerhana bulan total berlangsung dari pukul 17.30 GMT (pukul 00.30 WIB) hingga pukul 18.52 GMT (pukul 01.52 WIBA).

Para pengamat bintang di Eropa dan Afrika juga mendapat kesempatan singkat untuk melihat gerhana sebagian tepat saat Bulan terbit di awal malam, tetapi penduduk Amerika tidak mendapatkannya.

Bulan tampak merah selama gerhana bulan karena satu-satunya sinar matahari yang mencapainya "dipantulkan dan tersebar melalui atmosfer Bumi", kata Ryan Milligan, seorang astrofisikawan di Queen's University Belfast, Irlandia Utara.

Panjang gelombang cahaya biru lebih pendek daripada panjang gelombang merah, sehingga lebih mudah tersebar saat melewati atmosfer Bumi, katanya kepada AFP.

"Itulah yang membuat Bulan berwarna merah darah."

Meskipun kacamata khusus atau proyektor lubang jarum diperlukan untuk mengamati gerhana matahari dengan aman. Namun yang dibutuhkan untuk melihat gerhana bulan hanyalah cuaca cerah dan berada di tempat yang tepat.

Gerhana bulan total terakhir terjadi pada bulan Maret tahun ini, sedangkan sebelumnya terjadi pada tahun 2022.

Gerhana matahari total yang langka, ketika Bulan menghalangi cahaya Matahari, akan terlihat di sebagian kecil Eropa pada tanggal 12 Agustus 2026.

Totalitas tahun depan -- yang pertama di daratan Eropa sejak 2006 -- hanya akan terlihat di Spanyol dan Islandia, meskipun negara lain akan dapat melihat gerhana sebagian yang signifikan.

Di Spanyol, totalitas akan terlihat dalam jarak sekitar 160 kilometer (100 mil) antara Madrid dan Barcelona, ​​tetapi tidak satu pun kota akan melihat fenomena penuh, kata Milligan.

Ini akan menjadi gerhana matahari total pertama sejak gerhana matahari total melanda Amerika Utara pada bulan April 2024.

  • Blood Moon

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.