Gemini AI Dinilai Berisiko Tinggi bagi Anak dan Remaja
Minggu, 07 Sep 2025, 08:20 WIBJAKARTA - Organisasi nirlaba yang fokus pada keselamatan anak dalam penggunaan media dan teknologi Common Sense Media merilis hasil penilaian risiko terhadap produk kecerdasan buatan (AI) Gemini milik Google.
Dilansir dari Tech Crunch pada Minggu, hasil analisis menyebutkan bahwa meski Gemini mampu dengan jelas memberi tahu anak-anak bahwa ia adalah komputer, bukan teman, sistem ini masih dinilai berisiko tinggi bagi pengguna anak dan remaja.
Dalam laporannya, Common Sense menyoroti bahwa versi âUnder 13â dan âTeen Experienceâ Gemini pada dasarnya hanya merupakan versi dewasa dengan tambahan filter keamanan.
Menurut organisasi tersebut, produk AI yang ditujukan untuk anak seharusnya dirancang dari awal dengan mengutamakan keselamatan anak, bukan sekadar modifikasi dari layanan untuk orang dewasa.
Analisis juga menemukan Gemini masih dapat membagikan konten tidak pantas dan tidak aman untuk anak-anak, termasuk informasi tentang seks, narkoba, alkohol, hingga saran terkait kesehatan mental yang berpotensi membahayakan.
Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat AI dilaporkan terlibat dalam beberapa kasus bunuh diri remaja dalam beberapa bulan terakhir.
Kekhawatiran itu semakin relevan setelah bocoran informasi menyebut Apple tengah mempertimbangkan Gemini sebagai model bahasa besar (LLM) untuk menggerakkan Siri versi terbaru yang akan dirilis tahun depan.
Jika benar, jutaan remaja berpotensi terpapar risiko yang sama, kecuali Apple menambahkan pengaman ekstra.
Common Sense juga menyatakan bahwa produk Gemini untuk anak-anak dan remaja mengabaikan kebutuhan pengguna muda yang memerlukan panduan dan informasi berbeda dibandingkan pengguna dewasa.
Akibatnya, kedua kategori tersebut diberi label âHigh Riskâ dalam penilaian keseluruhan, meskipun Gemini telah ditambahkan filter keamanan.
âGemini memang sudah tepat dalam beberapa hal mendasar, tetapi keliru pada detailnya. Sebuah platform AI untuk anak seharusnya disesuaikan dengan kondisi mereka, bukan menggunakan pendekatan seragam untuk anak-anak di berbagai tahap perkembangan," kata Senior Director AI Programs Common Sense Media Robbie Torney.
"Agar AI aman dan efektif bagi anak-anak, ia harus dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan perkembangan mereka, bukan sekadar versi modifikasi dari produk yang dibuat untuk orang dewasa,â tambahnya.
Menanggapi laporan tersebut, Google menegaskan pihaknya memiliki kebijakan dan perlindungan khusus bagi pengguna di bawah 18 tahun, termasuk uji keamanan serta konsultasi dengan pakar eksternal.
Google juga mengakui masih ada respons Gemini yang tidak berjalan sesuai tujuan, sehingga perusahaan menambahkan perlindungan tambahan untuk memperbaikinya.
Google menambahkan bahwa sistemnya memang dilengkapi pengaman agar tidak membentuk kesan hubungan nyata dengan pengguna. Namun, perusahaan mempertanyakan metode pengujian Common Sense karena tidak mengetahui pertanyaan apa saja yang digunakan dalam penilaian.
Sebelumnya, Common Sense juga menilai berbagai layanan AI lainnya. Hasilnya, Meta AI dan Character.AI dikategorikan âunacceptableâ karena risikonya sangat tinggi.
Sementara itu, Perplexity dinilai berisiko tinggi, ChatGPT âmoderate,â dan Claude (yang ditujukan untuk pengguna 18 tahun ke atas) dianggap berisiko minimal.
- Gemini AI
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Samsung Galaxy A57 5G Hadir dengan Desain Lebih Tipis dan AI Lebih Canggih
-
Upaya Pembukaan Akses Jalan Terdampak Bencana di Aceh Tengah
-
Industri Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Fokus Garap Pasar Domestik Imbas Geopolitik Timur Tengah
-
Polri Tindak Tegas Kendaraan Sumbu 3 Beroperasi Saat Masa Angkutan Lebaran
-
Qatar Open 2026: Swiatek dan Rybakina Bangkit, Amankan Tiket Perempat Final
-
Jelang Perempat Final Liga Champions, Duo Pilar Real Madrid Militão dan Bellingham Resmi Kembali
-
Cek Kesehatan Gratis untuk pedagang pasar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.