Solusi Inovatif untuk Petani 3T, Yayasan Gen-B Kenalkan Teknologi Hijau dan Robotik
Jumat, 05 Sep 2025, 01:00 WIBJakarta - Yayasan Generasi Energi Bersih (Gen-B) memadukan energi baru terbarukan (EBT) dan ilmu robotik melalui RE:BION (Renewable Energy: Bot for Irrigation & Optimization Network) untuk mengembangkan pertanian dan edukasi di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Direktur Eksekutif Yayasan Generasi Energi Bersih/Gen-B Maya Lynn dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/9), mengatakan RE:BION dirancang sebagai penyiram tanaman otomatis yang menggabungkan sistem EBT, akal imitasi (AI) dan Internet of Things (IoT).
"Dengan dukungan WiFi atau Bluetooth, pengguna dapat mengoperasikannya dari mana saja. Tak hanya itu, RE:BION juga mampu mendeteksi kelembapan tanah sehingga penyiraman dapat dilakukan tepat sasaran,â kata Maya.
Inovasi ini, lanjutnya, tidak hanya meningkatkan efisiensi pertanian, tetapi juga memperkenalkan literasi sains, teknologi, rekayasa/engineering dan matematika (STEM) kepada anak-anak di wilayah 3T.
RE:BION sendiri telah diluncurkan dan diperkenalkan di Kecamatan Huâu, Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Maya mengatakan Kecamatan Huâu sendiri merupakan salah satu wilayah di Pulau Sumbawa yang masih minim akses terhadap teknologi baru dan energi terbarukan.
Karena itu, Gen-B memilih lokasi ini sebagai tempat peluncuran RE:BION dengan tujuan memberikan pengalaman belajar langsung bagi pemuda dan anak-anak, sekaligus membuka wawasan baru tentang pemanfaatan teknologi hijau dalam pertanian.
âLewat RE:BION, kami ingin membuktikan bahwa teknologi hijau bisa lahir dan berkembang di wilayah 3T, sekaligus menumbuhkan generasi muda yang melek teknologi dan peduli keberlanjutan,â ujar Maya.
Gen-B juga mengadakan demonstrasi penggunaan robot kepada siswa di Sekolah Pertanian binaan Harapan Project terkait fitur dan pengoperasian RE:BION, serta perakitan mobil mainan bertenaga surya, demonstrasi robot, serta donasi buku cerita anak âSelamatkan Bumi dari Monster Emisiâ di SD Negeri 9 Huâu.
âDemonstrasi yang diberikan kepada siswa kami telah membuka wawasan mereka, menumbuhkan pemikiran reflektif tentang bagaimana mengaplikasikan teknologi baru dan energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari serta dalam pekerjaan untuk meraih efisiensi dan efektivitas," kata Founder Harapan Project, Carlos.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.