Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sulsel Salurkan 141 Ton Bibit Rumput Laut di Luwu Raya

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 22:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Sulsel Salurkan 141 Ton Bibit Rumput Laut di Luwu Raya Doc: ANTARA
Ket. Pemprov Sulsel memberikan bantuan bibit rumput laut kepada petani di Luwu Raya sebagai upaya meningkatkan produksi petani di daerah ini.

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyalurkan bantuan 141 ton bibit rumput laut bagi petani di kawasan Luwu Raya yang mencakup Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Kepala DKP Sulsel Muhammad Ilyas, di Makassar, Jumat (05/9), menyampaikan bantuan ini merupakan program strategis Pemprov Sulsel untuk menjaga stabilitas produksi rumput laut, sekaligus memberikan dukungan langsung bagi petani agar kapasitas dan daya saing tetap meningkat.

“Program ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Sulsel untuk membantu para pembudidaya rumput laut dan upaya kami untuk tetap mempertahankan volume produksi dan bahkan meningkatkannya,” kata Ilyas.

Ia menjelaskan, bantuan bibit merupakan program prioritas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Untuk tahun 2025, kata dia lagi, Pemprov Sulsel melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dengan dukungan DPRD Sulsel akan menyalurkan 2.000 paket sarana prasarana budidaya rumput laut kepada petani di berbagai daerah pesisir.

Satu paket terdiri atas 300 kilogram bibit rumput laut dan 250 pelampung ramah lingkungan.

Ia menambahkan, langkah ini diharapkan berdampak nyata pada peningkatan pendapatan pembudidaya.

Pada tahun 2024, volume produksi rumput laut di Sulsel mencapai sekitar 4 juta ton basah, meneguhkan posisi provinsi ini sebagai salah satu lumbung rumput laut nasional.

"Pemprov terus memperkuat pertumbuhan ekonomi biru berkelanjutan melalui program bantuan bibit rumput laut bagi petani pembudidaya di wilayah pesisir," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.