Non-Stop Pemerataan Sembako, Khofifah Gelar Pasar Murah dan Bansos Puluhan Titik di Jatim

Jumat, 05 Sep 2025, 00:13 WIB
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Rabu (3/9), kembali menggelar Pasar Murah dan pembagian sembako, kini dengan sasaran warga Kampung Bulak Banteng Kidul, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran. Selain di beberapa daerah, sebelumnya Pemprov Jatim juga menggelar kegiatan serupa di Surabaya, antara lain di Pasar Soponyono Rungkut dan Kantor Kelurahan Jemur Wonosari, Pasar Murah kembali diadakan di Rabu (3/9) sore.
Khofifah  menyampaikan bahwa Pasar Murah merupakan upaya Pemprov Jatim untuk memastikan distribusi sembako berjalan lancar, aman, dan mudah dijangkau masyarakat. Selain itu,  ia juga melakukan bakti sosial (bansos) berupa pembagian sembako secara gratis kepada kaum dhuafa.
“Dari 38 titik, ini sudah titik ke-36 dimana kita melaksanakan bansos. Semua bansos yang kita support untuk kegiatan ini semuanya dari Pemprov Jatim,” ungkapnya. 
Di Pasar Murah, lanjut Khofifah, harga sembako tersedia dengan harga sangat murah jika dibandingkan harga di pasar tradisional atau pasar modern.
“Misalnya SPHP beras medium. HET-nya  12.500 rupiah per kilogram. Beras medium lain HET-nya 13.500 rupiah per kilogram. Tapi kita menjual di sini 11.000 rupiah per kilogram. Jadi masyarakat bisa mendapatkan harga yang sangat murah,” jelasnya.
Berikutnya untuk gula Food.id
HET 17.500 rupiah per kilogram dijual 14.000 rupiah per kilogram. Minya kita HET-nya  16.000 rupiah per kilogram dijual 13.000 rupiah per kilogram Telur HET 27.000 rupiah per kilogram dijual 22.000 rupiah per kilogram.
“Jadi Insya Allah kita menyasar kampung-kampung dan saya selalu pesan agar tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Karena kita ingin melakukan penjangkauan,” tegasnya.
Pada dasarnya, lanjut Khofifah, stok sembako kita aman, seperti beras, gula, minyak maupun telur. Hanya saja, proses distribusi sepertinya kurang lancar.
“Karena itu kita menggelar Pasar Murah keliling setiap hari di beberapa titik. Dan saya lihat penjangkauan memang harus dilakukan oleh pemerintah,” terangnya.
“Ini adalah proses penjangkauan, di mana Pasar Murah yang pertama tidak boleh berdekatan dengan pasar tradisional. Dan kedua diharapkan kita bisa menjangkau masyarakat pada lini paling bawah. Kira-kira begitulah,” sambung gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.