Libur Maulid Nabi, Stasiun Malang Membeludak Diserbu Ribuan Penumpang

Jumat, 05 Sep 2025, 20:40 WIB

MALANG – Lonjakan penumpang di Stasiun Malang, Jawa Timur, pada libur Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dalam memanfaatkan momen keagamaan sekaligus libur panjang.

Fenomena ini tidak hanya menunjukkan kuatnya tradisi mudik atau berwisata religi di kalangan warga, tetapi juga menegaskan peran vital transportasi kereta api sebagai moda andalan yang relatif terjangkau, aman, dan efisien.

Ket. Foto: Ilustrasi - Penumpang menunggu kedatangan kereta api di Stasiun Malang, di Kota Malang, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/HO-PT KAI Daop 8 Surabaya

Namun, kondisi kepadatan ini sekaligus menuntut pengelola perkeretaapian untuk meningkatkan kualitas layanan, manajemen arus penumpang, serta koordinasi dengan pemerintah daerah agar kenyamanan dan keselamatan perjalanan tetap terjaga di tengah lonjakan permintaan.

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 8 Surabaya mencatat 7.364 penumpang memadati Stasiun Malang di Kota Malang, Jawa Timur, saat momen libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Jumat (5/9).

"Jumlah penumpang di Stasiun Malang saat libur Maulid Nabi Muhammad tercatat 7.364 orang," kata Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (5/9).

Jika dirinci, angka 7.364 penumpang itu terdiri dari 3.383 penumpang berangkat dan 3.981 lainnya merupakan penumpang tiba di Stasiun Malang.

Sedangkan, untuk akumulasi jumlah penumpang di Stasiun Malang dalam rentang 4 sampai 7 September 2025 total mencapai 25.218 orang, dengan rincian 12.759 penumpang berangkat dan 12.459 penumpang tiba.

"Data tersebut diprediksi terus bertambah seiring penjualan tiket masih berjalan," ucapnya.

Selama masa angkutan libur kali ini, PT KAI Daop 8 melayani terdapat 12 rute perjalanan kereta api jarak jauh per hari, yakni 11 kereta api reguler dan satu kereta api tambahan, dengan total 6.056 tempat duduk.

Kereta api tambahan yang dioperasikan dari Stasiun Malang adalah Kereta Api Arjuno Ekspres relasi Malang – Surabaya Gubeng yang beroperasi setiap Hari selama bulan September 2025.

Adapun beberapa kereta api menjadi primadona di mata masyarakat, seperti Kereta Api Jayabaya relasi Malang – Pasar Senen Jakarta, Kereta Api Tawangalun relasi Malang – Ketapang, dan Kereta Api Malabar relasi Malang – Bandung.

"Beberapa daerah masih menjadi tujuan favorit dari pelanggan yang berangkat dari Stasiun Malang, diantaranya Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Madiun dan Ketapang, Banyuwangi," ujar dia.

Pihaknya memastikan seluruh aspek operasional dan pelayanan berjalan optimal. Petugas di stasiun tersebut maupun di atas kereta disiagakan untuk menjaga kenyamanan serta keselamatan pelanggan.

KAI mengimbau masyarakat untuk memperhatikan ketentuan perjalanan, menjaga barang bawaan, serta mengikuti arahan petugas baik di stasiun maupun di dalam kereta.

  • Libur Maulid Nabi

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.