Dinkes Tangerang Uji Kualitas Air di Rumah Warga untuk Cegah Penyakit

Rabu, 03 Sep 2025, 10:42 WIB

TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten, mengambil sampel air di 600 rumah warga secara bertahap yang tersebar di sejumlah wilayah untuk menguji kualitas air minum yang digunakan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit, seperti kolera.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni, di Tangerang, Rabu (03/9), mengatakan kegiatan ini merupakan langkah proaktif pemerintah mencegah penyebaran penyakit dari air seperti diare, tifus, dan kolera.

Ket. Foto: Petugas Dinkes Kota Tangerang melakukan pengujian kualitas air di rumah warga dalam memastikan tidak ada bakteri yang menjadi penyebab penyebaran penyakit. — Sumber: ANTARA

Maka itu,  kata dia, petugas tak hanya mengambil sampel air tetapi juga melakukan wawancara untuk mengetahui sumber air yang digunakan untuk konsumsi sehari-hari.

"Akses terhadap air yang aman, sehat, dan layak dikonsumsi adalah hak dasar setiap warga. Maka itu kita mengevaluasi kondisi kualitas air minum yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari," ujarnya.

Kegiatan pengambilan air melalui Program Survei Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) tahun 2025 ini nantinya menghasilkan data mencakup aspek fisik, kimia dan mikrobiologi air.

Hasil dari survei ini akan menjadi data penting yang menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan untuk menyusun kebijakan dan intervensi di bidang kesehatan lingkungan.

Dengan gambaran yang akurat mengenai tantangan kualitas air, kata dia, program edukasi dan intervensi diharapkan bisa lebih terfokus dan efektif.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program ini dengan memberikan informasi yang akurat kepada tim survei. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang lebih sehat, berdaya dan terlindungi dari risiko penyakit akibat air yang tercemar," kata Dini.

Pihaknya berharap data yang diperoleh dari SKAMRT dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai tantangan yang dihadapi masyarakat terkait kualitas air.

"Sehingga nantinya program-program edukasi dan intervensi kesehatan lingkungan dapat lebih terfokus dan efektif," kata Dini Anggraeni.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.