1.000 Mahasiswa Serbu Gedung Sate, Dedi Mulyadi Janji Realisasi Aspirasi dan Kritik Tajam

Rabu, 03 Sep 2025, 17:22 WIB

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen menindaklanjuti aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam Forum Dialog Terbuka di Gedung Sate, Bandung. Lebih dari 1.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir dan menyuarakan tuntutan, mulai dari percepatan RUU Perampasan Aset hingga transparansi anggaran daerah.

Dalam forum yang dihadiri juga oleh jajaran Pemprov Jabar, Ketua DPRD Jabar, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi tersebut berbagai kritikan dan tuntutan disampaikan agar pemerintah provinsi (Pemprov) dan DPRD Jabar segera mengambil langkah nyata mulai dari soal percepatan RUU Perampasan Aset, sistem penganggaran daerah, hingga penertiban tunjangan anggota legislatif.

Ket. Foto: Situasi penyampaian aspirasi dalam dialog terbuka mahasiswa se-Jawa Barat di Gedung Sate Bandung, Rabu (3/9). — Sumber: ANTARA/Ricky Prayoga

"Permohonan pada kita dan seluruhnya akan segera kita lanjuti ya, yang daerah kita lakukan, yang ke pusat kita akomodir untuk disampaikan. Jadi kita memiliki komitmen yang sama agar negara ini lebih baik," kata Dedi.

Terkait penganggaran daerah yang diminta untuk diarahkan ke program yang bermanfaat bagi masyarakat, Dedi mengungkap pihaknya telah merealokasi anggaran Rp120 miliar yang di antaranya digunakan untuk asuransi ketenagakerjaan dan perbaikan jalan kabupaten/kota, bahkan di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung.

"Di antaranya untuk asuransi ketenagakerjaan, kemudian jalan-jalan di kabupaten/kota yang masih buruk itu kan karena sistem pengalokasian anggarannya tidak menjadi prioritas. Dan kita sudah bikin surat edaran untuk segera menjadi skala prioritas, termasuk Tasik, Cirebon, Cianjur, kemudian isu sampah segala macam itu yang lagi kita benahi," ujar Dedi.

Dedi mengatakan untuk yang menjadi usulan ke pemerintah pusat, pihaknya siap melakukan tindakan-tindakan untuk mengakomodir aspirasi tersebut.

Terkait acara dialog ini, Dedi mengungkap apresiasinya dengan cukup banyaknya yang hadir di mana menurut data yang diterimanya sekitar 1.048 dari 143 perguruan tinggi di seluruh Jabar yang hadir.

"Ini relatif cukup banyak loh," ucapnya.

Dedi Mulyadi sebelumnya memang berjanji memfasilitasi mahasiswa untuk berdialog secara terbuka dengan DPRD Jabar.

Ratusan mahasiswa yang berasal dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang merupakan organisasi kemahasiswaan intra kampus hadir dan menyampaikan aspirasinya.

Sebagian besar aspirasi itu disampaikan mengenai dorongan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset bagi koruptor, reformasi Polri, insiden gas air mata di sekitar Kampus Unpas dan Unisba, hingga tuntutan transparansi tunjangan anggota legislatif seperti DPR dan DPRD. Termasuk kritikan soal konten media sosial pimpinan daerah yang lebih banyak unsur populisme-nya.

Kegiatan ini sendiri, sebagai respon aksi demonstrasi di beberapa daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir berakhir ricuh termasuk di Bandung.

Di Bandung akibat demo pada 29-30 Agustus 2025 sedikitnya bangunan yang terdiri atas aset MPR RI di Jalan Diponegoro, rumah makan Sambara, satu rumah warga di Jalan Gempol, serta dua kantor bank di Jalan Ir H Djuanda, Gedung DPRD Jabar, 10 motor, warung makan lainnya, dan infrastruktur di bawah Jembatan Pasupati mengalami kerusakan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.