Jalan Panjang Naturalisasi Miliano, Diincar Sejak Usia 16 Tahun

Senin, 01 Sep 2025, 02:04 WIB

JAKARTA – Di luar proses naturalisasi pemain lain, Miliano Jonathans sudah diincar sejak tahun 2020 saat masih berusia 16 tahun oleh PSSI. Ini sungguh jalan panjang yang mesti dilalui untuk menjadi WNI. Pemain naturalisasi Indonesia asal Belanda, Miliano Jonathans, akan dilantik menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) Kamis (4/9) di Jakarta.

Kepastian itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, Widodo, di kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Minggu. “Rencananya tanggal 4 September dijadwalkan akan disumpah di Jakarta,” kata Widodo, setelah acara pengambilan sumpah Warga Negara Indonesia (WNI), di Kemenkum, Minggu.

Ket. Foto: Miliano jonathans — Sumber: ist

Milliano tidak mengikuti upacara pelantikan WNI bersama empat pemain diaspora Indonesia lainnya, yakni Mauro Zijlstra, Pauline Jeanette van de Pol, Isabel Corian Kopp, dan Isabella Nottet di Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag, Jumat (29/8). Saat itu, Milliano masih memperkuat timnya, FC Utrecht, yang bermain melawan HSK Zrinjski Mostar di Stadion Galgenwaard, Utrecht, pada hari yang sama.

Setelah proses resmi pengambilan sumpah WNI, pemain 21 tahun masih akan harus mengikuti proses perpindahan federasi dari KNVB ke PSSI, sebelum dapat benar-benar membela timnas Indonesia. Milliano disebut-sebut sudah didekati oleh PSSI untuk dapat dinaturalisasi sejak masih berusia 16 tahun, atau sejak 2020. Setelah melalui proses panjang, jalan terang bagi Milliano untuk menjadi WNI semakin cerah pada Agustus 2025, setelah Komisi X DPR menyetujui permohonan naturalisasi Milliano dan Mauro Zijlstra.

Ia diproyeksikan akan dapat memperkuat timnas Indonesia pada pertandingan FIFA Match Day yang berlangsung September. Indonesia akan memainkan pertandingan FIFA Match Day pertama melawan Taiwan pada 5 September, kemudian bertemu Lebanon pada 8 September. Kedua pertandingan yang juga menjadi ajang ujicoba untuk pertandingan-pertandingan putaran keempat Piala Dunia 2026 zona Asia itu akan dimainkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Sebelumnya, Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas resmi melakukan pengambilan sumpah dan janji setia kewarganegaraan atlet sepak bola Mauro Zijlstra di Den Haag, Belanda, Jumat.Pengambilan sumpah tersebut sebagai komitmen pemerintah dalam pengembangan dan peningkatan olahraga nasional melalui mekanisme naturalisasi sesuai Pasal 20 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

"Momentum ini bukan hanya sekadar tentang perubahan status kewarganegaraan semata, melainkan juga tentang harapan dan cita-cita besar dalam rangka membangun kemajuan Indonesia, khususnya di bidang olahraga," ujar Supratman dalam acara, seperti dikonfirmasikan di Jakarta.

Adapun dari lima atlet yang telah mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam sidang paripurna pada 26 Agustus 2025, baru terdapat empat atlet yang diambil sumpah dan janji setia kepada NKRI. Selain Mauro, terdapat pula tiga atlet sepak bola lainnya yang diambil sumpah. Mereka adalah Pauline Jeanette van de Pol, Isabel Corian Kopp, dan Isabelle Nottet, yang keseluruhannya merupakan warga negara Belanda pemilik darah keturunan Indonesia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.