Investor Kazakhstan Bidik IKN sebagai Lahan Emas Baru

Senin, 01 Sep 2025, 12:35 WIB

PENAJAM PASER UTARA – Investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki posisi strategis, baik dalam konteks pembangunan nasional maupun dalam menarik minat investor asing dan domestik.

Dari sisi makroekonomi, IKN diproyeksikan menjadi episentrum pertumbuhan baru yang dapat mendistribusikan aktivitas ekonomi lebih merata, mengurangi ketergantungan pada Pulau Jawa, serta mendorong pemerataan infrastruktur di wilayah timur Indonesia.

Ket. Foto: Lapangan upacara Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. — Sumber: ANTARA FOTO/ Sigid Kurniawan

Secara sektoral, peluang investasi terbuka luas, mulai dari infrastruktur dasar (transportasi, energi, air, dan telekomunikasi), sektor properti dan perumahan, hingga layanan publik berbasis teknologi hijau dan cerdas.

Pemerintah juga menawarkan skema insentif fiskal dan nonfiskal, termasuk kemudahan perizinan, tax holiday, dan kepastian regulasi, yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik IKN sebagai kawasan investasi kelas dunia.

Namun, investasi di IKN juga tidak lepas dari tantangan. Pertama, faktor pendanaan: skema pembiayaan yang sangat bergantung pada partisipasi swasta dan investasi asing memerlukan kepercayaan tinggi terhadap stabilitas politik dan regulasi.

Kedua, aspek sosial dan lingkungan: keberhasilan IKN tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penerimaan masyarakat lokal, keberlanjutan ekosistem, serta tata kelola yang transparan.

Ketiga, risiko global: ketidakpastian ekonomi dunia, fluktuasi suku bunga global, serta dinamika geopolitik dapat memengaruhi aliran modal masuk.

Secara keseluruhan, investasi di IKN merepresentasikan kombinasi antara peluang jangka panjang yang menjanjikan dan risiko jangka pendek yang menuntut strategi mitigasi.

Bagi investor, kunci utamanya adalah membaca arah kebijakan pemerintah, memilih sektor dengan potensi multiplier effect tinggi, serta menjaga keseimbangan antara keuntungan finansial dan tanggung jawab sosial-lingkungan.

Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) menyebutkan lima penanam modal asal Republik Kazakhstan menyampaikan dokumen komitmen awal untuk kerja sama (letter of intent/ LoI) dalam pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.

"Ada lima yang menyampaikan LoI dari total 15 pemilik modal dari Kazakhstan yang menjajaki peluang investasi di IKN," ujar Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha OIKN Lazuardi Nasution ketika ditanya menyangkut investasi pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Senin (1/9).

Ia menyebutkan LoI itu sebagai sinyal awal ketertarikan untuk menanamkan modal, bahkan BI Group salah satu perusahaan Republik Kazakhstan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan OIKN.

Investor internasional, termasuk dari Republik Kazakhstan memiliki peluang besar untuk terlibat dalam pembangunan kota masa depan calon ibu kota Indonesia itu.

OIKN juga menyediakan insentif dan kemudahan berusaha bagi investor asing yang terlihat dalam pembangunan ibu kota negara masa depan Indonesia.tersebut.

"Iklim investasi di IKN dirancang kompetitif dan terbuka," kata Lazuardi Nasution tanpa menyebut besaran investasi dari penanam modal Republik Kazakhstan itu.

Investor asal Republik Kazakhstan yang tertarik terlibat dalam pembangunan IKN dari sektor konstruksi, transportasi, teknologi informasi, kecerdasan buatan, hingga solusi kota pintar (smart city).

Sementara menurut menurut Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan Fadjroel Rachman, pendekatan melalui investasi merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang fokus mendukung pengembangan IKN.

"Penjajakan dan kerja sama adalah langkah konkret mendorong realisasi investasi di IKN,” katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.