Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebak Klaim Surplus Beras 14 Bulan, Benarkah Pasokan Nasional Aman?

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 23:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebak Klaim Surplus Beras 14 Bulan, Benarkah Pasokan Nasional Aman? Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Petani Kalanganyar Kabupaten Lebak,Banten memanen padi seluas 50 hektare, Minggu (31/8/2025), sehingga dapat memenuhi ketersediaan roduksi pangan masyarakat di daerah itu.

LEBAK – Beras masih menjadi komoditas pangan utama bagi mayoritas masyarakat Indonesia, sehingga peningkatan produksinya memegang peranan vital dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.

Ketergantungan yang tinggi pada beras membuat fluktuasi produksi berpotensi langsung memicu gejolak harga, inflasi pangan, hingga keresahan publik.

Karena itu, memperkuat produksi beras bukan hanya soal ketahanan pangan, melainkan juga instrumen penting menjaga stabilitas nasional.

Dari sisi ekonomi, peningkatan produksi beras dapat menekan impor yang selama ini menjadi beban devisa negara.

Dengan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk mencapai swasembada beras secara berkelanjutan.

Selain itu, ketersediaan beras yang stabil dengan harga terjangkau akan membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.

Secara strategis, peningkatan produksi beras juga berkaitan dengan pembangunan pedesaan. Sebagian besar lahan persawahan dikelola oleh petani kecil, sehingga keberhasilan meningkatkan produktivitas berarti langsung menyasar peningkatan kesejahteraan mereka.

Namun, tantangan besar masih ada, mulai dari alih fungsi lahan, keterbatasan irigasi, hingga dampak perubahan iklim yang mengancam pola tanam.

Jika tidak segera diatasi, ketergantungan pada impor beras berisiko memperlemah kedaulatan pangan Indonesia. Sebaliknya, dengan kebijakan tepat—seperti peningkatan infrastruktur pertanian, akses pupuk, bibit unggul, dan inovasi teknologi—produksi beras bisa ditingkatkan secara berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan pangan yang adil, terjangkau, dan mandiri.

Produksi beras di Kabupaten Lebak, Banten surplus 14 bulan ke depan sebanyak 179.913 ton, sehingga relatif aman untuk memenuhi ketersediaan konsumsi pangan masyarakat di daerah itu.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Minggu (31/8), mengatakan produksi beras dari hasil panen petani periode Januari - Juli 2025 sebanyak 269.894 ton setara beras.

Produksi beras sebanyak itu untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Lebak berpenduduk 1,4 juta jiwa rata-rata 154.253 ton atau 12.854 ton per bulan.

Sedangkan, penyerapan beras dari Januari - Juli 2025 sebanyak 89.981 ton, sehingga surplus 14 bulan atau 179.913 ton.

Bahkan, produksi pangan itu meningkat karena panenan padi terus berlangsung hingga Desember mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Bapanas Pastikan Stok Kedel...
Ekonomi
Harga Daging Sapi di Goront...
Daerah
Pemkot Bandung Siapkan Tekn...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.