Turki dan Tiongkok Sepakati Penyelarasan Koridor Tengah dengan Inisiatif Sabuk dan Jalan

Minggu, 31 Agu 2025, 19:00 WIB

JAKARTA — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menggelar pertemuan penting di Tianjin pada Minggu (31/8/2025). Dalam agenda tersebut, kedua pemimpin membahas penyelarasan Koridor Tengah dengan Inisiatif Sabuk dan Jalan, serta isu-isu regional dan global yang tengah menjadi perhatian internasional.

Pertemuan ini berlangsung ketika Erdogan melakukan kunjungan dua hari ke Tiongkok untuk menghadiri pertemuan Dewan Kepala Negara ke-25 Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan strategis antara Ankara dan Beijing di berbagai bidang.

Ket. Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersalaman dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat pertemuan Dewan Kepala Negara ke-25 Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) pada Minggu (31/8/2025) — Sumber: Anadolu Agency

Direktorat Komunikasi Turki melalui media sosial NSosyal menyampaikan bahwa Erdogan menekankan pentingnya langkah bersama dalam menyelaraskan Koridor Tengah dengan Inisiatif Sabuk dan Jalan. Menurutnya, sinergi tersebut akan membawa manfaat besar bagi perdagangan dan konektivitas antar kawasan.

Selain itu, kedua pemimpin turut membahas perkembangan terbaru di Gaza, dinamika perang Rusia-Ukraina, serta langkah kerja sama untuk membangun masa depan Suriah. Diskusi ini menegaskan posisi strategis Turki dan Tiongkok dalam menghadapi tantangan geopolitik dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Erdogan dan Xi Jinping juga sepakat untuk mengaktifkan mekanisme konsultasi dan kerja sama yang telah ada. Kesepakatan ini akan dijalankan secara berkala sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor.

Kerja sama ekonomi menjadi sorotan utama dalam pembahasan kedua pemimpin. Erdogan menekankan bahwa perdagangan bilateral yang terus tumbuh harus disokong oleh investasi yang seimbang agar keberlanjutannya terjamin.

“Perdagangan bilateral harus didukung oleh investasi untuk memastikan keseimbangan dan keberlanjutannya,” ujar Erdogan dalam pernyataannya yang dirilis Direktorat Komunikasi Turki.

Presiden Turki juga menyoroti potensi besar kerja sama di sektor teknologi digital, energi, kesehatan, dan pariwisata. Menurutnya, koordinasi perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam berinvestasi di Turki akan membawa keuntungan signifikan bagi kedua negara.

“Peningkatan koordinasi antar-perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Turki akan sangat bermanfaat,” tegas Erdogan.

Lebih jauh, Erdogan kembali menegaskan komitmen Ankara terhadap prinsip satu Tiongkok. Ia menyebut bahwa hubungan bilateral Turki-Tiongkok memiliki dimensi strategis yang perlu terus dijaga dan diperkuat.

Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa Turki berupaya menyeimbangkan kepentingan geopolitiknya di tengah dinamika global. Dengan hubungan yang lebih erat bersama Tiongkok, Ankara berusaha memaksimalkan peluang kerja sama ekonomi sekaligus memperkuat posisinya dalam percaturan internasional.

Kunjungan Erdogan ke Tiongkok juga menandai langkah diplomatik penting dalam memperluas peran Turki di kawasan Asia. Kehadirannya di forum SCO memperlihatkan komitmen Ankara dalam berpartisipasi aktif di organisasi multilateral yang beranggotakan negara-negara kunci di Eurasia.

Sementara itu, Beijing memandang kerja sama dengan Turki sebagai peluang untuk memperluas pengaruhnya di jalur perdagangan internasional melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan. Penyelarasan proyek tersebut dengan Koridor Tengah diprediksi akan membuka jalur baru yang menguntungkan kedua pihak.

Pertemuan Erdogan dan Xi Jinping di Tianjin tidak hanya mempertegas arah kerja sama ekonomi, tetapi juga memperlihatkan keseriusan kedua negara dalam menghadapi isu-isu global. Keputusan untuk memperkuat mekanisme konsultasi reguler menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas hubungan strategis jangka panjang.

Dengan penekanan pada kerja sama ekonomi, keamanan regional, dan dukungan pada kebijakan satu Tiongkok, hubungan bilateral Turki dan Tiongkok diperkirakan akan memasuki babak baru yang lebih erat. Pertemuan ini menandai momentum penting dalam upaya Ankara dan Beijing membangun sinergi yang berkelanjutan di tengah dinamika global.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.