Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Minat Besar Mahasiswa Jepang  dalam Mempelajari Sejarah-Budaya Lokal di Museum NTB

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 16:55 WIB | Oleh:
Minat Besar Mahasiswa Jepang  dalam Mempelajari Sejarah-Budaya Lokal di Museum NTB Doc: Antara
Ket. Sejumlah mahasiswa Jepang yang mengikuti program AMSEP Indonesia for Japan 2025 melihat maket Gunung Rinjani di Museum NTB, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (28/8/2025).

Mataram - Belasan mahasiswa Jepang yang tergabung dalam project officer AMSEP Indonesia for Japan 2025 antusias mempelajari warisan sejarah dan kebudayaan lokal yang terpajang di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mahasiswa fakultas kedokteran asal Jepang bernama Yuri Yoshida mengaku kunjungan ke Museum NTB memberikan pengalaman yang berharga.

"Yang awalnya saya tidak tau bahwa di Indonesia, di pulau yang berbeda, bisa beda suku juga beda budayanya. Jadi, setelah kunjungan ke museum NTB saya menjadi tahu," ucapnya dalam keterangan yang diterima di Mataram, Jumat.

Yuri menuturkan pihaknya tidak hanya mengetahui pelajaran sejarah-budaya, namun juga memahami tentang kondisi geologi gunung berapi paling fenomenal di dunia berupa Gunung Salamas dan Gunung Tambora serta rumah adat di Nusa Tenggara Barat.

AMSEP adalah program pertukaran mahasiswa kedokteran Asia yang merupakan program integral yang unik bagi AMSA. Program itu memungkinkan anggota AMSA untuk berpartisipasi dalam pertukaran pra-klinis atau klinis selama 5 hingga 10 hari di cabang yang mereka sukai.

Pada program itu, mahasiswa yang berpartisipasi tidak hanya melakukan pendidikan kedokteran dan praktik klinis. Para mahasiswa juga dapat merasakan aspek budaya yang menakjubkan dari negara tujuan, termasuk mengunjungi landmark ikonis, menikmati kuliner lokal, hingga museum.

Kepala Museum Negeri NTB.Ahmad Nuralam mengatakan kedatangan 16 mahasiswa Jepang tersebut menjadi momentum penting bagi Museum NTB, karena bisa mengenalkan Nusa Tenggara Barat ke kancah global.

"Kunjungan mahasiswa Jepang membuktikan bahwa prospek budaya ke depan sangat penting tidak hanya sebagai identitas saja, tapi juga menjadi pusat riset dan eduwisata baik secara nasional maupun internasional," ucapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa kunjungan mahasiswa asing ke Museum NTB merupakan kesempatan penting untuk memperluas jangkauan diplomasi budaya, karena melalui interaksi langsung para mahasiswa dapat mengenal lebih dekat kearifan lokal, tradisi, serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

"Jadi mereka akan membawa cerita tentang NTB ke negara mereka. Ini adalah bentuk diplomasi budaya yang harus terus kami dorong," pungkas Nuralam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Lagi Gandrung, Semua Mau Dihilirisasi, Termasuk Rumput Laut

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Lagi Gandrung, Semua Mau Di...
Luar Negeri
Korea Utara Kembali Luncurk...
Daerah
Disdag Mataram: Pekan Ini P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.