Kipchoge Hadapi Tekanan Besar di Sydney Marathon

Jumat, 29 Agu 2025, 02:34 WIB

SYDNEY - Legenda lari jarak jauh asal Kenya, Eliud Kipchoge, mengaku menghadapi tekanan besar jelang Sydney Marathon, Minggu (31/8). Bukan hanya karena tuntutan untuk menang, tetapi juga keinginannya memberi inspirasi bagi lebih banyak orang agar mencintai olahraga lari.

Pelari berusia 40 tahun yang dianggap sebagai  atlet maraton putra terhebat sepanjang masa itu akan menjadi sorotan utama dalam lomba hari Minggu. Sydney Marathon tahun ini untuk pertama kalinya masuk ke jajaran elite World Marathon Majors. Ini sejajar dengan London, New York, Tokyo, Berlin, Chicago, dan Boston Marathon. Peraih dua kali juara Olimpiade sekaligus pemegang 11 gelar mayor itu menegaskan ingin ikut ambil bagian dalam momen bersejarah ini.

Ket. Foto: Lari marathon — Sumber: ist

“Tekanannya sangat besar untuk menang lomba, tetapi lebih besar lagi dorongan bagi untuk menginspirasi lebih banyak orang agar mau berlari. Bagi saya, yang penting menunjukkan kepada masyarakat Australia dan dunia menikmati lari dan memperlihatkan daya tahan dalam maraton,” ujar Kipchoge kepada Olympics.com.

Kipchoge sebelumnya gagal menyelesaikan lomba untuk pertama kalinya dalam karirnya saat tampil di Olimpiade Paris 2024. Hasil itu memicu spekulasi bahwa karir sang maestro tengah mendekati garis akhir. Namun, dia menepis keraguan itu ketika kembali turun di London Marathon April lalu, meski hanya finis di posisi keenam.

“Saya tidak punya apa-apa lagi untuk dibuktikan kepada dunia. Saya hanya ingin terus membangun warisan. Saya selalu katakan kepada anak muda, semakin lama bertahan dalam profesi apa pun, semakin besar pula pengetahuan dan keahlian yang didapat. Itulah yang saya perlihatkan,” ucapnya.

Menurutnya, pelajaran terbesar dari London adalah pentingnya konsistensi dan kesabaran. “Dua hal itu tetap menjadi kunci keberhasilan,” tambahnya. Di Sydney, Kipchoge tidak sendiri difavoritkan. Rekan senegaranya, Vincent Ngetich, dipandang sebagai pesaing serius. Ngetich dikenal konsisten karena tak pernah finis di luar posisi empat besar dalam ajang World Marathon Major. Sementara Ethiopia menurunkan Birhanu Legese, juara dua kali Tokyo Marathon.

Di sektor putri, persaingan dipimpin juara Olimpiade sekaligus spesialis jarak jauh asal Belanda, Sifan Hassan, serta lima kali pemenang mayor, Brigid Kosgei dari Kenya. Setahun lalu, Sydney Marathon masih berstatus regular, namun tetap mencatat rekor baru. Brimin Misoi dari Kenya mencatat waktu 2 jam 06 menit 17 detik untuk memenangi lomba putra. Sedangkan Workenesh Edesa Gurmesa dari Ethiopia meraih gelar putri dengan catatan 2 jam 21 menit 41 detik. Keduanya memecahkan rekor lintasan sebelum ajang ini resmi naik kelas menjadi salah satu maraton mayor dunia. 

  • sydney marathon

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.