Saat Masjid Jadi Pusat Wirausaha: Rempah Sangaji Hadirkan Harapan

Kamis, 28 Agu 2025, 15:55 WIB

BANTUL – Bermula dari cita-cita memakmurkan masjid dan lingkungan sekitarnya, pengurus Masjid Al-Kautsar di Bintaran Kulon, Srimulyo, Piyungan, melahirkan inisiatif wirausaha jamaah. Dari tangan-tangan warga inilah lahir produk minuman herbal dengan merek Rempah Sangaji.

“Kami ingin masjid tidak tangan di bawah, tidak bergantung pada infak. Yang ada, kami ingin masjid itu ya memberi,” ujar marketing Rempah Sangaji, Iki Tabah, saat ditemui.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Bantul

Dari Jamaah untuk Jamaah

Masjid Al-Kautsar selama ini aktif mengembangkan program kewirausahaan. Mayoritas pesertanya jamaah laki-laki. Bagi yang belum terbiasa berbisnis, mereka diajak memproduksi minuman tradisional. Beruntung, salah satu jamaah memiliki pengalaman panjang di dunia jamu sehingga bisa membantu meracik formula sekaligus melatih proses produksi.

“Jamu sejatinya warisan budaya yang luar biasa. Cuma memang problemnya anak muda sekarang ini tidak begitu akrab dengan jamu. Mungkin karena jamu tidak populer, mungkin juga karena rasanya,” tutur Iki.

Berangkat dari persoalan itu, Rempah Sangaji menghadirkan jamu dengan formula baru: rasa yang disukai masyarakat namun tetap berkhasiat.

Tumbuh dalam Lima Bulan

April 2025 menjadi tonggak awal produksi. Saat itu, produk yang dihasilkan baru sebatas jahe rempah premium. Kini, dalam kurun lima bulan, Rempah Sangaji sudah mengeluarkan tujuh varian produk: jahe premium gula tebu, jahe premium gula aren, kunir asem, beras kencur, wedang bajigur, kopi rempah, hingga minuman herbal khusus wanita.

Proses produksi masih berbasis rumahan dengan empat sampai lima tenaga kerja. Sekali produksi, mereka mengolah 100 kilogram bahan rempah, mulai dari jahe, kunyit, kencur, serai, kapulaga, jintan hitam, cengkeh, hingga kayu manis.

Jaringan Masjid sebagai Penopang

Dalam pemasaran, Rempah Sangaji menggandeng jaringan takmir masjid di Piyungan dan sekitarnya. Perlahan, distribusi pun merambah lebih luas, bahkan sampai ke luar daerah seperti Lampung.

Sejak awal, tujuan utama usaha ini adalah kemakmuran masjid. Karena itu, 30 persen keuntungan Rempah Sangaji disalurkan langsung ke kas Masjid Al-Kautsar. Laporan keuangan dilaporkan rutin setiap bulan agar jamaah bisa memantau transparansi usaha ini.

“Dengan begitu, jamaah percaya bahwa apa yang mereka dukung benar-benar kembali untuk kepentingan bersama,” kata Iki menutup percakapan.

  • bantul

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.