Disdik Banda Aceh Salurkan Bantuan TIK Senilai Rp103 Juta untuk PKBM

Kamis, 28 Agu 2025, 20:15 WIB

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menyalurkan bantuan pembelajaran teknologi informasi komunikasi (TIK) kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh senilai Rp103 juta.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Sabri TS di Banda Aceh, Kamis (28/8), mengatakan bantuan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun anggaran 2025 yang dialokasikan pemerintah pusat.

Ket. Foto: Ketua PKBM Ruman Aceh Nonong Noviasyah menerima bantuan TIK Pembelajaran 2025 dari Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Sabri TS di Banda Aceh, Kamis (28/8/2025). — Sumber: ANTARA

"Bantuan ini untuk mendukung proses pembelajaran, asesmen kompetensi, dan ujian kesetaraan pendidikan nonformal secara mandiri oleh PKBM yang selama ini masih menumpang pada laboratorium komputer sekolah atau lembaga lain," kata Sabri.

Adapun bantuan TIK untuk pembelajaran 2025 tersebut berupa 10 unit laptop, satu unit wifi card dan satu unit proyektor.

"Kebijakan DAK Fisik 2025 menekankan pada pemenuhan spesifikasi minimum pendidikan melalui pengadaan peralatan pendidikan, TIK, dan rehabilitasi fasilitas sekolah," katanya.

Sementara itu, Ketua PKBM Ruman Aceh Nonong Noviasyah mengapresiasi pemerintah yang membantu pengadaan alat pembelajaran teknologi informasi komunikasi yang nantinya digunakan dalam proses belajar mengajar.

"Selama ini, kami masih menumpang di laboratorium komputer di lembaga lain, terutama dalam pelaksanaan asesmen kompetensi maupun ujian kesetaraan warga belajar program paket," kata Nonong Noviasyah.

PKBM Ruman Aceh merupakan lembaga pendidikan nonformal yang mendidik masyarakat putus sekolah untuk berbagai jenjang, baik sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas.

Pendiri PKBM Ruman Aceh Ahmad Arif mengatakan pendidikan nonformal tersebut untuk membantu masyarakat mendapatkan ijazah yang dapat digunakan melanjutkan pendidikannya maupun mencari pekerjaan.

"Tujuan pendidikan di PKBM Ruman Aceh untuk membantu mereka yang putus sekolah untuk mendapatkan ijazah yang diakui negara. Rata-rata peserta didik yang putus sekolah karena faktor ekonomi," katanya.

Pendidikan nonformal yang dilaksanakan PKBM Ruman Aceh berlangsung sejak tahun ajaran 2018/2019. Hingga kini, lulusan pendidikan nonformal dari PKBM Ruman Aceh menghasilkan lulusan sebanyak 587 orang untuk semua jenjang.

Peserta pendidikan tidak hanya dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, tetapi juga dari beberapa kabupaten kota lainnya di Provinsi Aceh, seperti dari Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie, dan Kabupaten Aceh Barat.

"Pendidikan di PKBM Ruman Aceh ini lebih mengedepankan penguatan karakter, bukan akademik. Beberapa lulusan pendidikan nonformal Ruman Aceh ada yang sudah sarjana, lulus di perguruan tinggi negeri di Aceh," kata Ahmad Arif.

  • Disdik Banda Aceh

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.