UMKM Makassar Makin Melek Digital, Sekitar 43 Persen Sudah Pakai QRIS
Rabu, 27 Agu 2025, 22:50 WIBMAKASSAR â Pemanfaatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi salah satu terobosan penting dalam mendorong transformasi digital bagi UMKM di Indonesia.
Melalui sistem pembayaran berbasis QR yang terintegrasi, pelaku usaha tidak perlu lagi menyediakan berbagai mesin EDC atau rekening dari banyak bank, karena QRIS memungkinkan transaksi lintas aplikasi pembayaran hanya dengan satu kode.
Hal ini secara langsung meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas akses pasar bagi UMKM, terutama di era digital yang menuntut kecepatan dan kemudahan layanan.
Lebih jauh, penggunaan QRIS juga berimplikasi pada peningkatan inklusi keuangan. Banyak pelaku UMKM, khususnya di daerah, yang sebelumnya masih mengandalkan transaksi tunai kini dapat terhubung dengan sistem keuangan formal.
Pencatatan transaksi secara digital membantu membangun rekam jejak keuangan yang dapat dimanfaatkan sebagai syarat memperoleh akses permodalan dari lembaga keuangan.
Dengan demikian, QRIS bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk naik kelas.
Dari perspektif makroekonomi, adopsi QRIS berkontribusi pada peningkatan transparansi transaksi dan memperkuat basis data ekonomi digital nasional.
Data ini penting untuk merumuskan kebijakan fiskal dan moneter yang lebih tepat sasaran. Selain itu, peredaran uang tunai yang berkurang juga mendukung efisiensi sistem pembayaran dan menekan potensi biaya pengelolaan uang kartal.
Oleh karena itu, percepatan penggunaan QRIS di kalangan UMKM bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan strategi krusial untuk memperkuat daya saing usaha kecil, meningkatkan inklusi keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih merata.
Kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melansir pelaku UMKM ataupun merchant di SulSel yang menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 1.243.455 pada posisi Juli 2025 dan dari jumlah tersebut 43 persen di antaranya adalah pelaku UMKM atau merchant di Makassar.
"Jumlah merchant atau pelaku UMKM yang sudah menggunakan QRIS masih terkonsentrasi di Kota Makassar dengan menyumbang sekitar 43 persen," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel Rizki Ernadi Wimanda di Makassar, Rabu (27/8).
Dia mengatakan, QRIS disambut baik oleh pengguna usaha dan masyarakat di Sulsel, terbukti adanya kenaikan signifikan dibanding tahun 2024 yang sebelumnya berada di angka 1.009.513 merchant. Namun pada posisi medio 2025 sudah menembus 1.243.455 merchant atau pelaku usaha.
Menurut dia, dengan adanya peningkatan penggunaan QRIS itu menunjukkan literasi terkait digitalisasi keuangan sudah mulai membumi di Sulsel, karena sudah sebagian besar digunakan untuk transaksi pembayaran.
Hal itu dapat dijumpai di sejumlah kafe, minimarket pasar tradisional, retail dan sebagainya.
Kenaikan pengguna dari sisi merchant juga diikuti dari kalangan masyarakat di Sulsel yang memanfaatkan keris sebanyak 1.267.664 pengguna.
Sedangkan volume keris di SulSel pada periode yang sama mencapai 14.940.547 kali, bahkan juga BI sudah mencatat transaksi ke Kris antar negara yang sudah bertumbuh.
Hal itu sudah terapkan di negara tetangga seperti Malaysia,Thailand dan Singapura. Hal tersebut sejalan dengan upaya pihak BI melakukan perluasan penerapan QRIS di luar negeri.
"Bahkan bertepatan pada 17 Agustus hari raya kemerdekaan RI diluncurkan penggunaan QRIS di Negeri Jepang," ungkap Rizki.
- QRIS
- UMKM
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BGN Setop Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur Tanpa IPAL dan SLHS
-
DPR Godok Regulasi Mengenai Larangan Konsumsi Daging Anjing dan Kucing
-
Menko Pangan Dorong Penguatan Sanksi Pengelolaan Sampah
-
Pengunjung IKN Capai 62.500 Orang pada H+2 Idul Fitri
-
Wapang TNI Buka Dikreg LV Sesko TNI TA 2026, Siapkan Pemimpin Strategis Masa Depan
-
Korsleting Listrik Hanguskan Gudang Onderdil Motor di Cengkareng
-
Di Tengah Perang, Pupuk Indonesia Jamin Pasokan Pupuk Dalam Negeri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.