Darurat Kekeringan! 95 Desa di Sampang Menjerit Kekurangan Air Bersih
Selasa, 26 Agu 2025, 17:45 WIBSAMPANG -Â Sebanyak 95 desa di Kabupaten Sampang dilanda kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menetapkan status siaga darurat dan mengajukan bantuan Rp150 juta ke Pemprov Jawa Timur untuk mendistribusikan air bersih, terutama bagi 77 desa yang masuk kategori kritis.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sampang Candra Ramadhani Amin, di Sampang, Selasa, mengatakan pengajuan bantuan itu, karena anggaran untuk bantuan bencana kekeringan di Sampang terbatas.
"Dari 95 desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih ini, sebanyak 77 desa di antaranya mengalami kekeringan kritis dan perlu secepatnya mendapatkan bantuan," kata Candra.
Menurut dia, anggaran yang tersedia di APBD Kabupaten Sampang untuk penyaluran bantuan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan sangat minim.
Ia menjelaskan, bantuan distribusi air bersih yang diajukan Pemkab Sampang ke Pemprov Jatim itu senilai Rp150 juta.
"Bantuan ini kami prioritaskan untuk desa-desa yang mengalami kekeringan kritis," katanya.
Candra mengatakan, sebanyak 77 desa yang mengalami kekeringan kritis itu tersebar di 10 kecamatan. Warga di desa tersebut bahkan harus berjalan lebih dari tiga kilometer hanya untuk mendapatkan air bersih.
Selain itu, terdapat enam desa di 2 kecamatan masuk kategori langka air bersih dan 12 desa di 3 kecamatan masuk kategori langka terbatas. Sehingga total jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau kali ini sebanyak 95 desa, tersebar di 14 kecamatan.
"Saat ini kami telah menetapkan Kabupaten Sampang dengan status siaga darurat kekeringan," katanya.
Candra menjelaskan, kering kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.
Sedangkan kering langka terjadi apabila kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter per orang per hari, dan jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer.
Sementara yang dimaksud dengan kering langka terbatas apabila jarak antara permukiman dan sumber air mencapai kurang dari tiga kilometer.
- kekeringan
- krisis air bersih
- pemprov jatim
- bpbd
- sampang
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
600 Ha Sawah di Nagan Raya Aceh Alami Kekeringan Parah
-
Jaga Stabilitas Harga: Bapanas Sebut Stok Beras Aman hingga April 2027
-
Rekomendasi Acara Akhir Pekan yang Bisa Dinikmati di Jakarta, Ada Jazz Goes to Campus di TIM!
-
KAI Commuter Tambah 30 Kereta Baru untuk Layani 86,8 Juta Pengguna
-
Rayakan Hari Kartini, KAI dan Kemenekraf Hadirkan Lukisan Karya Seniman Erika Richardo di Kereta Api
-
Ibas Tegaskan Kemitraan Strategis dan Diplomasi Parlemen dengan Korea Selatan
-
Ancaman Kekeringan Mengintai, DKPP Kota Madiun Desak Petani Lakukan Siasat Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.