Sekolah Rakyat Jadi Strategi Baru Memutus Rantai Kemiskinan

Senin, 25 Agu 2025, 01:15 WIB

Jakarta – Upaya untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia terus digencarkan. Saat ini, ada dorongan kuat dari berbagai pihak untuk menjadikan Sekolah Rakyat sebagai strategi utama dalam upaya tersebut. Model pendidikan berbasis komunitas ini dinilai sebagai solusi efektif yang memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan langsung kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dalam rangka memutus transmisi kemiskinan di Indonesia.

Ket. Foto: Abdul Muhaimin Iskandar Menko PM - Sebagai prototype, Sekolah Rakyat dapat menjadi inspirasi bagi sekolahsekolah lain dan akan memberikan dampak yang luar biasa. — Sumber: antara

"Terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden, Sekolah Rakyat adalah program yang diinisiasi oleh beliau sendiri, kemudian dilaksanakan oleh Kemensos dan K/L (kementerian/lembaga) lain," ujar Agus Jabo di Jakarta, Minggu (24/8).

Seperti dikutip dari Antara, Presiden Prabowo berpesan kepada guru dan kepala Sekolah Rakyat untuk menyiapkan dan membimbing dengan baik para tunas-tunas bangsa yang akan memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Agus Jabo mengatakan, saat ini masih dalam tahap awal, Sekolah Rakyat yang sudah operasional tersebut masih tahap rintisan. Tahap selanjutnya baru akan melangkah ke tahap yang lebih besar yakni sekolah permanen.

Saat ini, sudah ada 165 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total 15.895 siswa, 641 rombongan belajar (rombel), 2.407 guru dan 4.442 tenaga kependidikan.

"Ini masih langkah awal, masih SR (Sekolah Rakyat) rintisan, kita harus bersiap ke langkah yang lebih besar, sekolah-sekolah permanen," ujarnya.

Oleh sebab itu, Agus Jabo mengimbau kepada seluruh komponen bangsa agar dapat bersinergi dan berkolaborasi menyukseskan Sekolah Rakyat untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Dengan begitu, lanjut dia, masyarakat Indonesia yang adil makmur akan segera terwujud sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa.

"Kami mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk bersinergi sukseskan Sekolah Rakyat ini," kata dia.

Akses Pendidikan

Seiring dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar berharap kurikulum Sekolah Rakyat yang berbasis minat dan bakat siswa menginspirasi banyak sekolah lain menerapkan kurikulum serupa.

"Ini akan menjadi sejarah baru penanganan pendidikan kita. Sebagai prototype, Sekolah Rakyat dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dan akan memberikan dampak yang luar biasa," kata Muhaimin Iskandar di Jakarta.

Muhaimin menjelaskan Sekolah Rakyat menjadi terobosan untuk mengatasi kemiskinan struktural karena pemerintah kini berperan aktif untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Ia menyatakan peran aktif yang diambil pemerintah juga ditunjang dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo ini berjalan tepat sasaran.

Presiden Prabowo menginstruksikan Menko PM Muhaimin Iskandar mengkoordinasikan Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait serta pemerintah daerah untuk menyukseskan Sekolah Rakyat melalui Inpres 8/2025.

Program Sekolah Rakyat juga menjadi penanda pergeseran upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah, dari yang tadinya berfokus pada pemberian bantuan sosial kini menjadi pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan itu pihaknya pun menyampaikan optimistis bahwa Sekolah Rakyat akan mampu mengentaskan tiga juta warga miskin ekstrem.

"Sekolah Rakyat akan berdampak kepada tiga juta orang miskin yang akan tertangani dengan sungguh-sungguh," kata Menko Muhaimin Iskandar.

Pasalnya, kata dia, program Sekolah Rakyat yang tengah berjalan menyasar pada siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.