Pembangunan Sekolah Rakyat di NTB Sudah di Jalur yang Benar

Senin, 25 Agu 2025, 17:19 WIB

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan seluruh proses pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah rakyat di wilayah itu sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan berada di jalur yang benar.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Yusron Hadi,  di Mataram, Senin (25/8), mengatakan percepatan pembangunan sarpras Sekolah Rakyat ini sesuai arahan pemerintah pusat dan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.

Ket. Foto: Arsip - Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB Yusron Hadi. — Sumber: ANTARA

"Seiring dengan proses rekrutmen yang sedang berjalan, bahkan di beberapa tempat sudah 'offered'. Kita berharap program dan pembangunan sekolah rakyat ini 'on the track' di NTB," ujarnya.

Ia menjelaskan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sudah meminta agar pembangunan SR di sejumlah daerahnya dipercepat. Khususnya, kaitan dengan infrastruktur atau sarpras. Bahkan, gubernur juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang daerahnya dibangun SR.

"Memang dalam prosesnya ada beberapa tempat butuh perhatian dari pada pembangunan infrastrukturnya. Karena kalau infrastruktur belum siap maka proses belajar-nya juga tidak bisa," kata Yusron Hadi.

Yusron menyebutkan Sekolah Rakyat yang dipercepat pembangunannya. Di antaranya BLK Lenek di Kabupaten Lombok Timur.

"Di BLK Lenek ini kita lakukan percepatan dan kita sudah meminta pemerintah pusat ikut membantu," katanya.

Kepala Dinas Sosial NTB Nunung Triningsih mengatakan, untuk tahap pertama ada empat Sekolah Rakyat beroperasi di NTB. Empat SR itu, antara lain di Sentra Paramitha di Kabupaten Lombok Barat.

"Sekarang sudah masuk untuk tingkat SMP sebanyak 100 orang siswa," ujarnya.

Selanjutnya, di Eks Akper Lombok Timur dengan jumlah siswa 125 orang untuk tingkat SMA.

Kemudian di SKB Gunung Sari Lombok Barat untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan BLK Lenek di Kabupaten Lombok Timur untuk tingkat SD.

"Jadi ini untuk tahun ini ada empat, SD ada dua, SMA ada satu dan SMP ada satu," ujarnya.

Namun demikian, menurut Nunung, mereka itu hanya satu tahun di tempat itu, karena nanti mereka dipindahkan setelah bangunan gedung sekolah mereka jadi.

Selain empat lokasi SR tersebut, kata Nunung, juga akan ada yang dibangun di Pandai Kabupaten Bima dan Gumantar Kabupaten Lombok Utara.
"Khusus di Bima ini sudah di survei dan disetujui (approve) oleh Kemensos. Termasuk, Gumantar. Ada juga lagi di Lombok Barat dan Sumbawa cuman belum ada jawaban," katanya.

Kemudian untuk Provinsi NTB sendiri yang belum ada itu di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa Barat, termasuk, di Kota Mataram.

"Alasannya, lahan yang belum ada, karena syaratnya itu harus menyediakan lahan lima hektare," kata Nunung.

Menurutnya, peluncuran SR di daerahnya dilakukan secara bertahap. Karena beberapa sekolah masih dalam proses pengerjaan sehingga membutuhkan waktu.

Sedangkan, untuk siswanya diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga miskin kategori desil 1 dan 2. Meski begitu, peluang keikutsertaan terbuka bagi siswa yang berada di luar kategori tersebut.

"Asalkan dinilai layak berdasarkan hasil pendampingan langsung dari Badan Pusat Statistik bisa saja masuk kategori," katanya.

  • Sekolah Rakyat

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.