Tiongkok: SCO Terbuka untuk Anggota Baru, Ingin Perkuat Kerjasama Regional

Minggu, 24 Agu 2025, 01:40 WIB

Beijing - Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut Shanghai Cooperation Organization (SCO) terbuka bila ada negara yang ingin bergabung dalam organisasi yang berdiri pada 2001 tersebut.

"SCO selalu siap menyambut lebih banyak negara yang memiliki visi yang sama untuk bergabung dengan keluarga besar SCO," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (22/8).

Ket. Foto: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (22/8). — Sumber: Antara

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah mengumumkan mengundang 22 orang pemimpin negara dan pemerintahan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) SCO yang akan diselenggarakan pada 31 Agustus - 1 September 2025 di Tianjin, Tiongkok.

Undangan tersebut juga dialamatkan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, PM Malaysia Anwar Ibrahim dan PM Vietnam Pham Minh Chinh.

Kelima negara tersebut diketahui bukan negara anggota tetap, negara pemantau atau pun negara mitra dialog SCO.

"SCO akan menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan inklusivitas serta tetap membuka pintunya bagi semua negara yang memiliki 'Semangat Shanghai'," tambah Mao Ning.

Tiongkok menjabat sebagai presiden bergilir kerja sama Shanghai Cooperation Organisation (SCO) periode 2024-2025.

SCO beranggotakan Tiongkok, Rusia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan sebagai negara awal. Setelah itu, India serta Pakistan bergabung pada 2017, Iran pada 2023 dan Belarus pada 2024 sehingga total ada 10 negara anggota.

Selain memiliki 10 anggota tetap, SCO juga memiliki dua negara pemantau (observer) yaitu Mongolia dan Afghanistan. Masih ada juga 14 mitra dialog yaitu Sri Lanka, Turki, Kamboja, Azerbaijan, Nepal, Armenia, Mesir, Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Myanmar, Maladewa, dan Uni Emirat Arab.

Selain para pemimpin negara dan pemerintahan, rencananya akan hadir juga para pemimpin organisasi internasional antara lain Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Sekretaris Jenderal (Sekjen) SCO Ilmekbayev, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn dan lainnya.

Tema SCO tahun ini adalah "Tahun Pembangunan Berkelanjutan SCO". Dalam keketuaannya, China ingin agar SCO meneruskan serangkaian inisiatif dan kerja sama dalam Prakarsa Pembangunan Global yang diajukan oleh Presiden Xi Jinping yaitu pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pembiayaan pembangunan, perubahan iklim dan pembangunan hijau, industrialisasi, ekonomi digital dan konektivitas.

Tiongkok juga mengajukan dua dokumen penting untuk memperingati 80 tahun kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok terhadap Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia, serta 80 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu deklarasi yang menyatakan bersatunya negara-negara anggota terhadap isu-isu internasional dan regional utama.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.