Ragam Kuliner Nusantara Meriahkan Pagelaran 'Hikayat Nusantara' di GBK

Minggu, 24 Agu 2025, 14:15 WIB

JAKARTA - Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway bertema Hikayat Nusantara digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, pada Sabtu dan Minggu (23-24 Agustus 2025). Selain menampilkan ragam cerita budaya Nusantara di panggung utama, festival ini juga menyediakan area bazaar UMKM dengan aneka kuliner tradisional dan pertunjukan seni di area pendukung.

Bazaar kuliner menampilkan beragam hidangan khas Indonesia, mulai makanan berat hingga kudapan tradisional. Rumah Rempah, misalnya, menyajikan empat varian minuman rempah tradisional, yaitu kunyit asem, beras kencur, gula asem, dan wedang jahe.

Ket. Foto: Para pengunjung acara Hikayat Nusantara menikmati ragam kuliner di acara tersebut — Sumber: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

Area bazaar UMKM dan pameran budaya tetap buka sepanjang hari hingga malam pada setiap jadwal pertunjukan. Kondisi ini memungkinkan pengunjung menikmati sajian kuliner sambil menyaksikan pertunjukan seni dalam satu waktu.

"Pesta rasa Nusantara ini sangat menarik," kata Sukmawati, seorang pengunjung dari Jakarta. "Saya senang bisa mencicipi aneka kuliner dari Sabang hingga Merauke dalam satu atap."

Mulyani, pemilik Rumah Rempah, mengatakan Pagelaran Sabang Merauke menjadi salah satu acara terbesar yang diikuti usahanya. Ia menyambut baik kesempatan memperkenalkan minuman tradisional Indonesia kepada pengunjung dari berbagai daerah.

"Kami berusaha menggabungkan hiburan budaya dengan festival kuliner. Semoga pengunjung tidak hanya terhibur oleh pertunjukan seni tetapi juga puas menikmati kuliner khas Nusantara di sini," kata Yusrila Fajar, manajer acara.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak pagi hari. Banyak keluarga datang bersama anak-anak untuk menikmati pertunjukan seni dan aneka kuliner tradisional di area festival.

Pagelaran Sabang Merauke Hikayat Nusantara sukses tidak hanya menampilkan pertunjukan kolosal, tetapi juga meriah dengan ragam kuliner Nusantara. Festival ini menjadi ruang pertemuan budaya dan rasa yang merayakan kekayaan kuliner Indonesia.

Beberapa stan makanan turut membawa cita rasa khas daerah masing-masing. Sebagai contoh, gerai Pempek Vero dari Palembang menawarkan pempek ikan dengan cuka asli, sedangkan Wong Kapitan asal Medan menyajikan aneka mie pangsit dan siomay gurih.

Tak hanya hidangan utama, stan jajanan pasar juga tersedia melimpah dengan kue tradisional dan kudapan nusantara. Aneka minuman segar seperti es dawet dan kopi kelapa muda melengkapi sajian kuliner di area festival.

Stand kopi nusantara turut hadir meramaikan festival kuliner ini. Pengunjung dapat menikmati seduhan kopi khas daerah, mulai dari robusta Toraja, kopi Gayo, hingga kopi Papua yang disajikan hangat di lokasi.

Event ini dianggap sebagai platform promosi bagi pelaku UMKM kuliner lokal. Penyelenggara berharap festival serupa dapat rutin digelar untuk melestarikan sekaligus memperkaya keberagaman kuliner Indonesia.

Hingga hari kedua, antusiasme masyarakat tidak surut, terlihat dari antrian pengunjung di tiap gerai makanan. Penyelenggara menilai festival ini berhasil menjembatani seni dan cita rasa Nusantara dalam satu panggung kolosal.

Stan pencuci mulut juga meramaikan festival. Misalnya, pengunjung dapat menemukan martabak manis dan bubur kampiun khas Solo, serta stan minuman es tradisional yang menyajikan es dawet, es campur, dan es puter.

Musik tradisional dan modern mengiringi aktivitas bazaar kuliner sepanjang hari. Panggung terbuka di area festival menampilkan pertunjukan musik dan tari daerah sebagai pelengkap santapan pengunjung.

Beberapa pelaku UMKM kuliner mengaku senang memperkenalkan produk mereka kepada audiens yang lebih luas. Mereka berharap festival serupa terus digelar untuk mengangkat ragam kuliner tradisional daerah.

Kawasan festival didekorasi dengan ornamen budaya Nusantara, menciptakan suasana yang khas. Banyak pengunjung berfoto di spot-spot bertema tradisional, menjadikan festival ini juga sebagai objek wisata fotografi lokal.

Beberapa media lokal dan nasional meliput acara ini, menyoroti keberagaman budaya dan kuliner yang ditampilkan. Liputan tersebut menunjukkan tingginya minat publik terhadap warisan kuliner Nusantara.

Para pengunjung meninggalkan festival dengan pujian terhadap keragaman kuliner yang ditampilkan. Banyak yang berharap acara tahunan ini dapat mempertahankan keaslian rasa tradisional sambil terus berkembang menjadi agenda wisata kuliner nasional.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.