Kemenpar Berikan Pelatihan ke Pelaku UMKM Desa Wisata soal Pariwisata Ramah Lingkungan
Jumat, 22 Agu 2025, 09:15 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Organisasi Perburuhan Internasional dan Sustainable Tourism Initiative (STRIVE) mengadakan pelatihan bisnis pariwisata ramah lingkungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di desa wisata di wilayah Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.
Menurut keterangan pers kementerian di Jakarta, Jumat (21/8), pelatihan yang diadakan dari 19 sampai 23 Agustus 2025 itu diikuti oleh 25 peserta dari Desa Timbang Jaya, Desa Timbang Lawan, dan Desa Perkebunan Bukit Lawang.
"Pariwisata hijau bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Dengan kemampuan mengelola bisnis yang ramah lingkungan dan keuangan yang teratur, UMKM desa wisata akan mampu bersaing, tumbuh sehat, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar," kata Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kementerian Pariwisata Ika Kusuma Permana Sari.
Pelatihan pariwisata ramah lingkungan yang dilaksanakan dengan dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara dan Pemerintah Kabupaten Langkat itu mencakup pembekalan mengenai literasi keuangan serta inovasi produk dan layanan ramah lingkungan.
Para peserta dilatih mengintegrasikan prinsip-prinsip pariwisata ramah lingkungan yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya lokal ke dalam pengelolaan usaha mereka.
Ika menyampaikan bahwa pelatihan juga mencakup penerapan pola pikir dan perilaku kewirausahaan berkelanjutan serta konsep bisnis ramah lingkungan, yang mencakup pemetaan usaha dan model bisnis, strategi pemasaran, dan manajemen produksi.
Di samping itu, para peserta dilatih memanfaatkan teknologi keuangan digital melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).
"Nantinya program pelatihan akan dilanjutkan dengan pendampingan usaha pasca-pelatihan selama satu bulan untuk memastikan penerapan prinsip-prinsip pariwisata hijau dalam kegiatan bisnis peserta," kata Ika.
Pelatihan bisnis pariwisata ramah lingkungan bagi pelaku UMKM di desa wisata Kabupaten Langkat dipandu oleh fasilitator dari STRIVE yang sudah mendapat pembinaan dari Kementerian Pariwisata dan Organisasi Perburuhan Internasional.
Bupati Langkat H. Syah Afandin mengemukakan bahwa pelatihan bagi pelaku UMKM di desa wisata perlu disertai dukungan pemasaran.
"Pelaku UMKM juga perlu punya semangat agar bisa sejajar dengan yang lain. Ini menjadi peluang besar untuk menjadikan UMKM lebih profesional dan berdaya saing," katanya.
Staf Program ILO Indonesia Dina Novita Sari menyampaikan bahwa penguatan kapasitas pelaku UMKM dalam menerapkan prinsip pariwisata hijau mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi lokal dan pekerjaan yang layak.
"Kami mendorong kolaborasi multipihak untuk melanjutkan dan mereplikasi praktik baik dari Sertifikasi Pariwisata Hijau bagi UMKM ini di berbagai wilayah di Indonesia," kata Dina.
- Desa Wisata
- Wisata Ramah Lingkungan
- Kemenpar
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Umat Hindu Berharap Presiden Prabowo Hadiri Perayaan Dharma Santi Nasional di Bali
-
Masih Banjir di Senin Pagi, Tiga Rute Transjakarta Dialihkan
-
Kerja Bakti Massal DKI, Gubernur Pramono: Tak Mau Masuk Gorong-gorong yang Bekerja Pikiran dan Otaknya
-
Banjir menerjang delapan kecamatan di Jember
-
Bupati Harapkan PMI Banyumas Kian produktif dan Profesional
-
Anda Akan Mudik? Ini Daftar Titik Rawan Macet di Jalintim dan Jalinteng Sumsel
-
Kemenpar dan Aljazair Sepakat Kerja Sama Perkuat Sektor Pariwisata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.