Digitalisasi Penjaminan Ciptakan Iklim Usaha Sehat

Kamis, 21 Agu 2025, 01:15 WIB

JAKARTA – Digitalisasi penjaminan mendorong terciptanya iklim usaha yang lebih sehat, dan luas. Dia juga akan mempermudah akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ini bisa jadi terobosan UMKM yang sebenarnya layak secara usaha, tetapi belum mampu memenuhi persyaratan kredit seperti agunan.

Untuk itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo meluncurkan “Portal e-Guarantee dan Sistem Penjamin Digital” di Jakarta, Rabu (20/8).Ini merupakan inovasi hasil sinergi antara PT Jamkrida Jakarta dan PT Solusi Penjaminan Aman. Ini akan menghadirkan layanan penjaminan yang modern, transparan, dan akuntabel.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di ruang Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/8). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

“Saya menyambut baik sinergi ini sebagai upaya mewujudkan transformasi digital bidang penjaminan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Pramono. Dia percaya platform ini bukan hanya menjadi tonggak baru transformasi layanan penjaminan, tetapi juga wujud nyata komitmen PT Jamkrida. Selama ini Jamkrida adalah mitra strategis Pemprov dalam mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan.

Gubernur berharap inovasi tersebut dapat memastikan seluruh proses penjaminan tercatat secara rapi, teraudit, efisien, dan transparan. Selain itu, jugamampu memperkuat kepercayaan publik dan dunia usaha terhadap layanan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta. Di sisi lain, Pramono juga menekankan pentingnya optimalisasi peran BUMD.

Dia berharap, BUMD agar lebih proaktif dalam memperkuat tata kelola dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Ini sekaligus akan memberikan manfaat nyata pelaku usaha, khususnya UMKM. “Mudah-mudahan kerja sama ini menjadi awal baru kita semua untuk berbenah baik untuk BUMD, UMKM, maupun pemprov Jakarta,” ujar Pramono.

Lebih lanjut, dia menegaskan pemprov Jakarta berkomitmen mempercepat digitalisasi layanan publik. Salah satu yang tengah berjalan, penerapan pembayaran digital QRIS di pasar tradisional dan sektor UMKM. Pemprov sudah mulai digitalisasi di pasar-pasar tradisional dengan menerapkan pembayaran melalui QRIS. Laporannya sangat baik. Pramono yakin jika digitalisasi di masyarakat, pasar, dan UMKM semakin kuat, sistem penjaminan digital juga akan semakin efektif.

Hingga Juli 2025, Digital Guarantee Platform atau e-Guarantee telah mencatat penjaminan dengan plafon senilai total 20,3 triliun rupiah. Capaian tersebut menunjukkan, Jamkrida Jakarta tidak hanya penyedia layanan penjaminan, tetapi juga motor penggerak ekonomi. Dia menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan UMKM Indonesia.

Di sisi lain, Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BBPPMD) Jakarta meluncurkan majalah digital Inovasi Desa Berdaya (Idea) sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat serta aparat desa. “Majalah digital Idea dapat menjadi media informasi efektif dan mudah diakses,”,” kata Kepala BBPPMD Jakarta Enirawan. Media ini akan menambah berbagai pengetahuan dan pengalaman mengenai pembangunan atau pemberdayaan masyarakat desa.

  • Digitalisasi

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.