Pasar Bersorak, IHSG Naik: Tapi Fundamentalkah atau Euforia?
Rabu, 20 Agu 2025, 17:35 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup menguat seiring respon positif pelaku pasar terhadap langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan.
Euforia ini mencerminkan optimisme jangka pendek investor bahwa likuiditas pasar akan semakin longgar dan biaya pendanaan menjadi lebih murah.
Namun, di balik penguatan tersebut, analis mengingatkan bahwa pasar kerap terjebak pada âpesta sesaatâ setiap kali bank sentral menurunkan bunga.
Penurunan suku bunga memang memberi dorongan psikologis positif, tetapi tidak serta-merta menjawab persoalan fundamental seperti lemahnya daya beli, rendahnya produktivitas sektor riil, dan ancaman perlambatan ekonomi global.
Kenaikan IHSG kali ini justru menguji konsistensi pasar: apakah penguatan hanya sekadar reaksi emosional, atau benar-benar didukung oleh perbaikan kinerja emiten dan arah kebijakan fiskal yang berpihak pada sektor produktif.
Jika tidak, penguatan IHSG hanya akan menjadi ilusi jangka pendek yang rentan terkoreksi begitu sentimen global berubah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/8) sore, ditutup menguat 80,87 poin atau 1,03 persen ke posisi 7.943,82 seiring pelaku pasar merespon positif penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,72 poin atau 1,44 persen ke posisi 826,95.
âIHSG menguat yang tampaknya ditopang aksi investor asing mulai kembali melakukan akumulasi,â sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Bulan Agustus 2025 memutuskan penurunan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi di level 5 persen, sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026, terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi.
âKe depan Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, sejalan dengan rendahnya perkiraan inflasi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah,â ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.
Dari mancanegara, pelaku pasar bersikap âwait and seeâ menjelang pidato Ketua Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole pada Jumat (22/08), yang akan menjadi rujukan arah kebijakan moneter The Fed pada pertemuan September 2025.
Di sisi lain, perundingan Amerika Serikat (AS) dan China berjalan baik, yang mana Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa AS telah mengadakan perundingan yang sangat baik dengan China mengenai tarif seiring kedua belah pihak mengupayakan kesepakatan perdagangan selama jeda 90 hari dalam penerapan tarif.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar merespon kebijakan moneter bank sentral China (PBOC) yang mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya, yaitu suku Bunga Dasar Pinjaman (LPR) satu tahun tidak berubah di level 3,0 persen, sementara LPR lima tahun tetap stabil di 3,5 persen.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang naik sebesar 1,68 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,60 persen dan 1,55 persen.
Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor kesehatan yang turun sebesar 0,10 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CENT, TAYS, ACST, MFIN, dan SOSS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DKFT, IMJS, MAYA, PACK, dan AMMS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.328.397 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,82 miliar lembar saham senilai Rp20,05 triliun. Sebanyak 428 saham naik, 230 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 616,29 poin atau 1,42 persen ke 42.930,00, indeks Hang Seng menguat 43,04 poin atau 0,17 persen ke 25.165,94, indeks Shanghai naik 38,92 poin atau 1,04 persen ke 3.766,21, dan indeks Strait Times menguat 0,50 poin atau 0,01 persen ke 4.216,97.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
Kemenkum: Penggunaan Lagu Tema Ajang Olahraga Wajib Patuhi Hak Cipta
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
Rockets Tahan Laju Lakers, Spurs di Ambang Lolos Berkat Aksi Impresif Wembanyama
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.