Kim Jong-un Desak Perluasan Kemampuan Nuklir Korut

Rabu, 20 Agu 2025, 02:32 WIB

SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, pada Selasa (19/8) menyerukan perluasan dengan segera kemampuan senjata nuklir negaranya, dengan mengutip bahwa latihan militer Amerika Serikat (AS)-Korea Selatan (Korsel) yang sedang berlangsung menurutnya dapat memicu perang.

"Hubungan militer AS-Korsel yang semakin intensif dan aksi pamer kekuatan merupakan manifestasi paling jelas dari keinginan mereka untuk memicu perang," kata Kim Jong-un seperti dikutip oleh kantor berita KCNA.

Ket. Foto: Pemimpin Korut, Kim Jong-un (tengah), saat meninjau bagian interior dari kapal perusak Choe Hyon di galangan kapal Nampo pada Senin (18/8). Dalam kunjungannya itu, Kim Jong-un juga menyerukan perluasan dengan segera kemampuan senjata nuklir negaranya. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

"Situasi yang ada saat ini mengharuskan kita untuk membuat perubahan radikal dan cepat dalam teori dan praktik militer yang ada serta perluasan nuklirisasi yang cepat," imbuh dia.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Kim Jong-un meninjau kapal perusak angkatan laut, Choe Hyon, di galangan kapal Nampo pada Senin (18/8) dan menerima laporan tentang sistem persenjataan kapal perang tersebut.

Ia menyatakan kepuasannya bahwa tugas-tugas utama untuk menjadikan angkatan laut berteknologi tinggi dan bersenjata nuklir, telah berjalan sesuai rencana menjelang target penilaian pada bulan Oktober, demikian menurut KCNA.

AS dan Korsel pada Senin memulai latihan gabungan tahunan yang bertujuan untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi ancaman dari Korut.

Latihan sebelas hari tersebut mencakup beberapa acara latihan tembak langsung berskala besar, demikian pernyataan Angkatan Darat AS seraya menegaskan bahwa latihan tersebut disebut sebagai latihan yang berorientasi pertahanan.

Pada Jumat (15/8) lalu, Presiden Korsel, Lee Jae-myung, berjanji untuk menghormati sistem politik Korut dan membangun kepercayaan militer, sehari setelah Pyongyang mengatakan tidak berminat untuk memperbaiki hubungan dengan Seoul.

Presiden Lee pun telah berjanji untuk mengupayakan dialog dengan Korut tanpa prasyarat sejak terpilih pada Juni lalu, sebuah sikap terbalik dari pendahulunya yang berpandangan keras.

Pidato Lee disampaikan sehari setelah adik perempuan pemimpin Korut yang bernama Kim Yo-jong, mengatakan bahwa Korut tidak memiliki keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan Korsel.

Kecam Latihan Militer

Kantor berita KCNA juga melaporkan bahwa Kim Jong-un mengecam latihan militer gabungan Korsel dan AS sebagai bentuk nyata dari niat memprovokasi perang.

Kim Jong-un menilai latihan militer gabungan tersebut merupakan ekspresi paling jelas dari keinginan memprovokasi perang sekaligus akar penyebab hancurnya perdamaian dan keamanan di kawasan.

Latihan gabungan tahunan Ulchi resmi dimulai pada Senin lalu dengan tujuan untuk memperkuat kesiapan tempur gabungan kedua negara. AFP/KBS/I-1

  • korean won

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.