- Home
-
- Luar Negeri
-
- Lupa Matikan Mikrofon, Sel...
Lupa Matikan Mikrofon, Seluruh Dunia Mendengar Trump Menggunjing Putin dengan Macron
Selasa, 19 Agu 2025, 23:31 WIBWASHINGTON DC - Sebuah kejadian lucu saat pembahasan rencana kesepakatan perdamaian konflik Ukraina antara Presiden Amerika Serikat, Donld Trump, dengan para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Volodymyr Zelensky dari Ukraina sempat terekam oleh jurnalis yang bertugas.Â
Sebelum forum meja bundar tersebut dimulai, video yang dibagikan The New York Times menunjukkan Presiden Trump yang lupa mematikan mikrofon tertangkap sedang berbisik-bisik dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, perihal sikap Presiden Russia Vladimir Putin terkait prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Dalam rekaman itu tampak Trump yang duduk diapit oleh Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni dan Macron, menyampaikan kesannya soal Putin yang seolah bernafsu ingin segera membuat kesepakatan, saat keduanya bertemu akhir pekan lalu di Achorage Alaska.Â
Presiden Trump terdengar berbicara pelan melalui mikrofon yang menyala dengan Presiden Emmanuel Macron dari Prancis.Â
[Trump ke Macron]: âKulitmu agak cokelat, oke? Kamu terlihat hebat.âÂ
âTerima kasih sudah bekerja keras" kata Macron terkait pertemuan Trump dengan Putin di Alaska mengenai rencana kesepakatan damai.Â
"Saya bisa menelepon Putin dan saya pikir kita bisa menyiapkan pertemuan triateral" lanjut Trump menanggapi, merujuk maksudnya untuk menghubungi pemimpin Russia itu agar bersedia menghadiri pertemuan dengannya dan Zelensky, pasca forum meja bundar di Washingtonn
"Di mana anda ingin menggelarnya? tanya Macron.Â
"Saya rasa dia ingin membuat kesepakatan untuk saya. Apakah Anda mengerti? Kedengarannya memang gila," kata Trump kemudian.Â
Belum jelas bagaimana reaksi Kremlin atas video yang tersebar ini. Apakah kejadian tersebut tidak berpengaruh atau justru menghambat upaya mencapai kesepakatan antara Moskow dan Kyiv.Â
Ketidakpastian
Dalam salah satu momen paling dramatis hari itu, Trump meninggalkan tamu-tamunya untuk menelepon Putin. Mereka membahas kemungkinan pertemuan bilateral antara Putin dan Zelensky, serta tindak lanjut trilateral yang melibatkan Trump.
Putin mengusulkan Moskow sebagai tempat pertemuan, sebuah tawaran yang pertama kali ia ajukan di Anchorage, ujar seorang diplomat senior Eropa yang mendapat pengarahan dalam panggilan telepon tersebut. Para pemimpin Eropa khawatir dengan skenario tersebut, tetapi Trump dengan sopan menolak tawaran Putin, ujar diplomat tersebut.
Dalam sejarah diplomasi trans-Atlantik, pertemuan hari Senin antara Presiden Trump dan para pemimpin Eropa mungkin tercatat sebagai salah satu pertemuan puncak paling aneh yang pernah tercatat. Bersejarah, namun hasilnya belum pasti; penting, namun dampaknya singkat terhadap perang di Ukraina; dirancang dengan cermat, namun terbelenggu oleh dorongan seorang Trump.
Ketujuh pemimpin Eropa menunjukkan dukungan mereka kepada Zelensky dan persatuan satu sama lain. Mereka berhasil mendapatkan dukungan yang berpotensi vital, meskipun samar, dari Trump untuk jaminan keamanan pascaperang bagi Ukraina dan menghindari pembahasan konsesi teritorial, menurut Kanselir Friedrich Merz dari Jerman.
Namun, mereka semua hampir menyetujui keputusan Trump untuk membatalkan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina sebagai syarat untuk perundingan lebih lanjut. Para analis mengatakan hal itu menempatkan para pemimpin Eropa pada dasarnya di posisi yang sama seperti sebelum pertemuan Trump dengan Presiden Vladimir V. Putin d di Alaska minggu lalu: bergantung pada keyakinan presiden bahwa ia dapat mencapai kesepakatan dengan pemimpin Russia untuk mengakhiri perang yang melelahkan.
Macron mungkin lebih berpengalaman daripada pemimpin Barat mana pun dalam menghadapi frustrasi bernegosiasi dengan Putin. Ia menghabiskan awal 2022 terbang bolak-balik dari Moskow untuk duduk berhadapan dengan presiden Russia itu dalam upaya maraton yang akhirnya sia-sia untuk membujuknya agar tidak menginvasi Ukraina.
Namun pada hari Senin, Macron bersikap sangat sopan dan optimis tentang prospek Trump untuk berhasil di tempat yang sebelumnya ia gagal. "Presiden Anda memang sangat yakin dengan kapasitas yang dimilikinya untuk menyelesaikan kesepakatan ini, yang merupakan kabar baik bagi kita semua," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan NBC News.
- Donald Trump
- konflik Russia-Ukraina
- Emmanuel Macron
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kunker di Mesir, Presiden Prancis Macron Lari Pagi di Kepadatan Lalu-lintas Alexandria
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Presiden Macron Joging Pagi di Kepadatan Jalan Mesir
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.