Dinkes Lebak Sediakan Serum Antibisa Ular bagi Warga Badui

Senin, 18 Agu 2025, 17:21 WIB

LEBAK, BANTEN - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten menyediakan serum anti bisa ular (Abu) untuk mengantisipasi gigitan ular berbisa bagi masyarakat Suku Badui yang tinggal di kawasan Gunung Kendeng

"Pekan depan sudah tersedia serum Abu sebanyak 250 vial untuk puskesmas di perbatasan wilayah permukiman masyarakat Badui," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Endang Komarudin di Lebak, Minggu (17/8).

Ket. Foto: Masyarakat Badui pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten berpotensi menjadi korban gigitan ular berbisa karena kehidupan mereka sehari-hari berada di kawasan hutan dan ladang perkebunan. — Sumber: ANTARA/Mansur

Persediaan serum Abu di Kabupaten Lebak untuk mengantisipasi penanganan masyarakat Badui agar tidak mengakibatkan kematian akibat korban gigitan ular berbisa.

Saat ini, pihaknya sudah memesan permintaan serum ABU ke produsen PT Biofarma Bandung dan pekan depan sudah didistribusikan ke puskesmas yang berbatasan dengan wilayah masyarakat Badui.

Saat ini, aktivitas kegiatan masyarakat Badui membuka ladang-ladang pertanian, sehingga banyak korban gigitan ular berbisa yang bisa mematikan, di antaranya ular tanah, ular hitam, ular kobra dan ular belang, terlebih curah hujan tinggi.

Populasi ular yang mematikan itu di sekitar semak belukar hutan, rerumputan ilalang, tumpukan kayu dan areal tanah lapang.

Selain itu pada malam hari saat musim hujan, banyak ular berbisa berkeliaran di jalan-jalan hingga ke pemukiman warga untuk mencari makan alami mereka, di antaranya kodok dan tikus.

Petani kerap kali menghadapi risiko gigitan ular berbisa saat membuka ladang dan kebun mereka.

Penyediaan serum Abu di puskesmas perbatasan masyarakat Badui antara lain Puskesmas Cisimeut, Puskesmas Leuwidamar dan Cirinten.

"Kami yakin dengan tersedianya serum Abu bisa menyelamatkan korban gigitan ular itu," katanya.

Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi mengatakan saat ini kasus gigitan ular berbisa yang dialami masyarakat Suku Badui dalam empat bulan terakhir sebanyak 30 kasus dan dua di antaranya meninggal dunia dan satu orang kehilangan jari.

Namun, pihaknya berharap Dinkes Provinsi Banten dan Dinkes Kabupaten Lebak menyediakan stok serum Abu.

"Kami sekarang jika ada warga Badui yang menjadi korban gigitan ular berbisa dirujuk ke RSUD Banten, karena dipastikan ada serum Abu dibandingkan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung," katanya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.