Bupati Lebak Optimistis Sekolah Rakyat Bisa Putus Rantai Kemiskinan

Senin, 18 Agu 2025, 15:43 WIB

Lebak -- Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya optimistis Sekolah Rakyat dapat memutus mata rantai kemiskinan melalui peserta didik yang memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul, berketrampilan secara mandiri dan berkarakter.

"Kita meyakini dengan SDM unggul dan mandiri mampu memutus mata rantai kemiskinan," kata Hasbi dalam keterangan di Lebak, Senin.

Ket. Foto: Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34 Rangkasbitung Kabupaten Lebak siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). — Sumber: ANTARA/Mansur

Pendirian Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut diresmikan oleh Menteri Sosial Saefullah Yusuf pada 1 Agustus 2025 bertempat di Gedung BPMP Rangkasbitung.

Pelaksanaan Sekolah Rakyat bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan kemiskinan Ekstrem.

Berdasarkan data laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah warga Lebak masih menyandang kemiskinan tercatat 111.000 jiwa dan 5.691 Kepala Keluarga (KK) diantaranya masuk kategori miskin desil 1 atau miskin ekstrem.

Karena itu, pendidikan Sekolah Rakyat dengan sistem sekolah berasrama dan mereka penuh melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama 24 jam juga mendapatkan makan tiga kali  sehari serta memperoleh pelayanan kesehatan.

Kurikulum yang diterapkan, selain akademik juga ekstrakurikuler ketrampilan dan karakter, serta agama.

"Pendidikan Sekolah Rakyat itu benar-benar membentuk SDM unggul, berkarakter dan mandiri, sehingga mampu memutus mata rantai kemiskinan," katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lebak menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Pangarangan.

Kehadiran Sekolah Rakyat itu untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan rentan miskin yang masuk desil 1 dan 2.

"Kami menargetkan tahun 2026 pembangunan Sekolah Rakyat yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR direalisasikan," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Chandra Lustianta Budiharja mengatakan setelah mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), maka dimulai program pelaksanaan KBM.

Jumlah siswa 100 orang dan guru 18 orang relatif aman dan tidak ada yang mengundurkan diri. "Kami sudah siap melaksanakan KBM, baik guru maupun siswa," katanya.

  • Sekolah Rakyat

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.