Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gebrakan Nyeleneh! Bupati Indramayu Lepas Predator Alami Hajar Tikus Perusak Panen

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 19:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gebrakan Nyeleneh! Bupati Indramayu Lepas Predator Alami Hajar Tikus Perusak Panen Doc: ANTARA/Fathnur Rohman.
Ket. Bupati Indramayu Lucky Hakim (kiri) saat melepasliarkan ular liar untuk pengendalian hama tikus pada lahan sawah di Indramayu, Jawa Barat, Minggu (17/8/2025).

INDRAMAYU - Bupati Indramayu, Jawa Barat, Lucky Hakim, mengambil langkah tak biasa namun berani dengan bersama kelompok tani melepasliarkan ular, biawak, dan burung hantu di area persawahan sebagai strategi menekan serangan hama tikus yang selama ini merugikan petani. 

Alih-alih mengandalkan racun kimia yang berpotensi merusak lingkungan, Lucky memilih jalan ekologi: mengembalikan predator alami ke habitatnya.

Dalam keterangannya di Indramayu, Minggu (17/8), Lucky menegaskan bahwa praktik ini bukan sekadar tindakan simbolis, tetapi juga bentuk keberpihakan nyata kepada petani. 

Dengan kehadiran predator alami, siklus rantai makanan di sawah diharapkan kembali seimbang sehingga hama tikus bisa ditekan secara berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi tanah dan hasil panen.

Langkah ini sekaligus menjadi kritik tersirat terhadap ketergantungan pada pestisida kimia yang kerap menjerat petani dalam biaya tinggi dan menimbulkan residu berbahaya. 

Lucky mendorong agar solusi tradisional yang selaras dengan alam kembali dijadikan pijakan utama dalam tata kelola pertanian.

Menurutnya, perayaan HUT ke-80 RI yang identik dengan semangat kemandirian, menjadi momentum tepat untuk menegaskan bahwa kedaulatan pangan tidak hanya ditentukan oleh luasnya lahan atau teknologi modern, tetapi juga oleh keberanian menjaga keseimbangan ekosistem. 

“Ular yang dilepas jumlahnya 200 ekor, burung hantu 10 ekor dan biawak sekitar 20 ekor. Harapannya keseimbangan rantai makanan di sawah bisa membaik,” katanya.

Ia menjelaskan pelepasan ular dilakukan dalam jumlah lebih banyak karena hewan itu mampu bersembunyi di lubang-lubang tanah, yang menjadi tempat tikus berkembang biak.

“Kalau burung hantu berburu pada malam hari, ular bisa masuk ke lubang tikus. Jadi saling melengkapi,” ujarnya.

Menurut Lucky, satwa liar seperti ular, biawak dan burung hantu dulunya banyak dijumpai di Indramayu. Namun populasinya berkurang karena sering ditangkap warga.

Padahal, kata dia, satwa tersebut merupakan bagian penting dari rantai makanan yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem sawah.

Ia memastikan ular yang dilepas berjenis tidak berbisa dengan warna kuning kecokelatan. Oleh karena itu petani diimbau tidak membunuh ular bila menemukan di sawah.

“Kalau ketemu cukup diusir saja, jangan dibunuh. Karena keberadaannya sangat membantu mengurangi tikus,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...

Aksi Penyampaian Aspirasi Berlangsung di Jakarta

26 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Aksi Penyampaian Aspirasi B...
Luar Negeri
Prancis Perpanjang Jam Malam

Alexandra Eala Akhiri Tren Buruk

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Alexandra Eala Akhiri Tren ...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.