- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB Ungkap Kekerasan Seksu...
PBB Ungkap Kekerasan Seksual Akibat Konflik Meningkat Tajam
Sabtu, 16 Agu 2025, 00:12 WIBNEW YORK - Kekerasan seksual terkait konflik meningkat tajam pada 2024, dengan lebih dari 4.600 orang penyintas mengalami pelecehan yang digunakan sebagai taktik perang, penyiksaan, terorisme, dan penindasan politik, menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada Kamis (14/8).
Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 25 persen dari tahun sebelumnya, menurut Laporan Tahunan ke-16 Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB tentang Kekerasan Seksual Terkait Konflik, yang mencakup 21 negara yang informasinya telah diverifikasi oleh PBB.
Walaupun angka-angka yang mengkhawatirkan ini tidak mencerminkan skala global dan prevalensi kejahatan tersebut, namun laporan PBB menyampaikan tingkat keparahan dan kebrutalan momok ini, dengan jumlah kasus tertinggi tercatat di Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik (RD) Kongo, Haiti, Somalia, dan Sudan Selatan, ungkap Kantor Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kekerasan Seksual dalam Konflik dalam siaran persnya.
Wanita menjadi korban terbesar (92 persen), tetapi anak perempuan, laki-laki, dan anak laki-laki juga masuk dalam daftar korban.
Meskipun kebutuhan meningkat, akses kemanusiaan sangat dibatasi dan/atau diblokir oleh pihak-pihak yang berkonflik, sebut laporan itu.
Laporan tersebut menyerukan pendanaan berkelanjutan melalui Dana Perwalian Multi-Mitra PBB untuk Kekerasan Seksual Terkait Konflik, dan penempatan Penasihat Perlindungan Perempuan dalam semua situasi terkait yang menjadi perhatian, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 2467 (2019).
Laporan tersebut mendesak semua pihak yang berkonflik untuk menerapkan langkah-langkah khusus guna mencegah kekerasan seksual, sebagaimana diuraikan secara eksplisit dalam resolusi Dewan Keamanan 2467, termasuk mengeluarkan perintah yang jelas dan memberikan akses tanpa hambatan kepada PBB untuk pemantauan dan penyediaan layanan. Ant/Xinhua
- ethiopia
- sudan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Dirut Bulog Sebut Perpres Pembangunan 100 Gudang Bersifat Lex Specialis
-
Donald Trump Sebut Demokrat Ingin Hancurkan Amerika Serikat
-
CIMB Niaga Tawarkan Layanan Pengelolaan Aset secara Optimal ke Nasabah Kaya
-
RSUD Jayapura Jadi RS Pendidikan, Gubernur Dorong Cetak Dokter Spesialis Asli Papua
-
PBB Targetkan Galang Dana 33 Miliar Dolar AS pada 2026 untuk Bantuan Kemanusiaan
-
Bappenas Pede Kakao Bisa Angkat Nasib Petani
-
Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Dinonaktifkan Demi Objektivitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.