Tiongkok Digitalisasi Aksara Tibet untuk Pengguna Ponsel Pintar

Jumat, 15 Agu 2025, 19:55 WIB

LHASA - Di Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya, aksara Tibet kuno yang telah berusia lebih dari 1.300 tahun kini terintegrasi dengan mulus ke dalam kehidupan digital modern.

Kini, para pengguna ponsel pintar (smartphone) saling bertukar pesan dalam aksara Tibet yang sempurna, para pengunjung kuil memeriksa jam buka melalui aplikasi seluler, dan pasien rumah sakit dapat menyelesaikan proses pendaftaran dalam bahasa ibu mereka. Semua kemudahan ini merupakan hasil dari upaya yang dilakukan sebuah tim peneliti selama puluhan tahun.

Ket. Foto: Aksara Tibet. — Sumber: Istimewa

"Operasi digital sehari-hari ini membuat kita mudah lupa bahwa aksara Tibet baru bisa diproses secara digital sekitar 30 tahun yang lalu," kata Nyima Tashi, seorang tokoh terkemuka dalam teknologi informasi berbahasa Tibet sekaligus anggota Akademi Teknik Tiongkok.

Pada 1988, Nyima Tashi, yang kala itu berusia 24 tahun, lulus dari jurusan ilmu komputer di East China Normal University di Shanghai dan ditugaskan untuk mengajar di Universitas Xizang. Pada saat itu, teknologi informasi berbahasa Tibet masih dalam tahap awal, belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Empat tahun kemudian, Nyima Tashi dan timnya mengembangkan Sistem Pengolahan Informasi Berbahasa Tibet, Mandarin, dan Inggris, yang menjadi perangkat lunak praktis berbahasa Tibet pertama yang disetujui oleh otoritas setempat.

Menanggapi kebutuhan masyarakat Tibet dalam bidang teknologi informasi, perangkat lunak ini digunakan secara luas dalam pengolahan dokumen pemerintah, penyusunan buku teks, serta pelestarian buku-buku dan dokumen kuno, menandai awal digitalisasi bahasa Tibet di wilayah tersebut.

Saat internet mulai menyebar ke seluruh dunia pada 1990-an, berbagai bahasa di seluruh dunia mulai menetapkan standar pengodean internasional. Dari 1993 hingga 1997, Nyima Tashi memimpin timnya dalam menyusun proposal untuk standar pengodean aksara Tibet. Dia mengajukan proposal tersebut enam kali ke Organisasi Standardisasi Internasional (International Organization for Standardization/ISO).

"Setiap negara dapat bersaing untuk menetapkan standar pengodean bahasa Tibet. Saat itu, Inggris, Irlandia, dan negara lain juga mengajukan proposal," kenang Nyima Tashi. "Namun, Tiongkok adalah tempat asal aksara Tibet, dan menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan standardisasi internasionalnya."

Sebuah sistem pengodean yang ilmiah dan tepat harus mampu menangkap nuansa linguistik, menghindari ambiguitas, serta memastikan pertukaran dan penyebaran informasi yang akurat. Untuk mengatasi berbagai tantangan teknis, Nyima Tashi dan timnya melakukan perjalanan ke beberapa negara, menghadiri pertemuan kerja dan diskusi akademis untuk memperbaiki skema pengodean mereka.

Pada Juli 1997, proposal Tiongkok tentang standar pengodean bahasa Tibet akhirnya disetujui oleh ISO, menjadi bagian dari set aksara terkodifikasi universal.

Pencapaian ini menjadikan bahasa Tibet sebagai bahasa minoritas Tiongkok pertama yang memiliki standar digital internasional. Hal ini juga menandai bahwa aksara Tibet kuno secara resmi merambah panggung dunia dan memasuki era digital. Ant/Xinhua

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.