Rupiah Melemah, Sinyal Dingin dari The Fed Bikin Panas Pasar

Jumat, 15 Agu 2025, 18:59 WIB

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (15/8) di Jakarta tergelincir 54 poin atau 0,33 persen ke level Rp16.169 per dolar AS, melemah dibanding posisi sebelumnya di Rp16.115 per dolar AS. 

Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh memudarnya ekspektasi pasar akan langkah pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. 

Ket. Foto: The Fed urung turunkan bunga acuan, rupiah kena getahnya. — Sumber: Antara.

Investor menilai data ekonomi Amerika Serikat yang masih solid memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga imbal hasil aset berdenominasi dolar tetap menarik dan menekan sentimen terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah.

"Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh faktor global, (yakni) kenaikan angka inflasi produsen AS (Amerika Serikat) tidak sesuai dengan ekspektasi pasar, yang berakibat pada memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed dan kenaikan index dollar," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.

Mengutip Anadolu, tercatat data inflasi produsen naik menjadi 3,3 persen year on year (yoy) pada Juli 2025, di atas ekspektasi pasar sebesar 2,5 persen.

Secara bulanan, inflasi produsen berada di angka 0,9 persen pada Juli, di atas estimasi pasar sebesar 0,2 persen.

Sebelumnya, tingkat inflasi konsumen tahunan di AS mencapai 2,7 persen pada Juli 2025, di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,8 persen. Adapun tingkat inflasi bulanan mencapai 0,2 persen. Hal ini membuat CME FedWatch Tool memperkirakan probabilitas di atas 95 persen atas penurunan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), September 2025.

Namun, data inflasi produsen AS yang membaik melemahkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed pada bulan depan.

Melihat faktor domestik, sentimen positif dinilai data dari pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangannya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen.

"Harapan penguatan ekonomi tahun depan lebih optimis pada pidato Presiden Prabowo dan direspons positif di pasar saham yang naik tajam," ucap Rully.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp16.162 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.109 per dolar AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.