Polda NTB dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di 31 Lokasi

Kamis, 14 Agu 2025, 18:35 WIB

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat dan Perum Bulog Wilayah NTB membuat gerakan pangan murah (GPM) dengan menjual bahan pokok kebutuhan masyarakat dengan membuka gerai di 31 lokasi berbeda.

Wakil Kepala Polda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho melalui pernyataan resmi yang diterima di Mataram, Kamis, menyampaikan inisiatif bersama Bulog ini merupakan langkah konkret memberi kemudahan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Ket. Foto: Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Nusa Tenggara Barat, Rizal P. Sukmaadijaya (kiri kedua), dan Wakil Kepala Polda NTB, Brigjen Pol Hari Nugroho (tengah) menunjukkan beras SPHP yang dijual dalam gerakan pangan murah (GPM) di Polsek Pagutan, Kota Mataram. — Sumber: Antara Foto

"Melalui upaya ini kami juga ingin memastikan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) tepat sasaran," katanya.

Dia menyampaikan dalam pelaksanaan GPM ini disediakan 70 ton beras SPHP, minyak goreng dan gula dengan harga jual di bawah pasaran.

Wakapolda NTB menegaskan penjualan bahan pokok ini berjalan dengan pengawasan ketat guna mencegah penimbunan. Pengawasan juga dilakukan terhadap jalur distribusi dari gudang Bulog hingga titik penjualan.

Wakil Pemimpin Wilayah Bulog NTB Rizal P. Sukmaadijaya, menjelaskan harga beras SPHP yang dijual pada GPM lebih murah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET).

"Kami menjual Rp58 ribu per lima kilogram atau sekitar Rp11.600 per kilogram. Sementara HET saat ini Rp12.500 per kilogram," ucapnya.

Setiap kepala keluarga, lanjut dia, hanya boleh membeli beras SPHP paling banyak 10 kilogram. Pembeli hanya diperbolehkan bagi masyarakat bukan pelaku usaha yang berniat menjualnya kembali.

Menurutnya, langkah ini merupakan upaya menjaga ketersediaan stok dan menstabilkan harga pangan agar tetap terjangkau semua kalangan.

Rizal menyebutkan program GPM akan berjalan berkelanjutan hingga akhir tahun 2025, sejalan dengan target Bulog NTB menyalurkan 23 ribu ton beras SPHP.

"Tidak hanya Polri, TNI, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah juga ikut bergerak untuk menjaga ketahanan pangan,".

  • Gerakan Pangan Murah

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.