Pemkab Madiun Minta Petani Budi Daya Bawang Merah guna Tekan Inflasi
Kamis, 14 Agu 2025, 23:03 WIBMADIUN â Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur meminta para petani di wilayah setempat untuk membudidayakan tanaman bawang merah dan hortikultura lainnya yang rawan mengalami fluktuasi harga guna menekan inflasi daerah.
"Bawang merah bisa menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Madiun. Tanaman ini juga mendukung program Astacita Presiden Prabowo, menekan inflasi, dan dapat menyuplai kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis," ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat memimpin panen bawang merah di lahan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Kamis (14/8).
Menurutnya panen kali ini dilakukan sebagai langkah stimulan agar masyarakat memanfaatkan lahan pertanian untuk menanam bawang merah di tengah harga komoditas tersebut yang sering melonjak di pasaran.
Ia menegaskan pemerintah daerah mendorong penanaman bawang merah sebagai upaya mengendalikan inflasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani.Â
Ia menambahkan Pemkab Madiun siap memberikan intervensi dalam penyediaan bibit serta berencana membentuk sentra pertanian bawang merah di Kecamatan Kare.Â
"Mudah-mudahan panen ini memberi inspirasi ke masyarakat bahwa tanah di Kabupaten Madiun cocok untuk berbagai komoditas. Saat harga bawang merah tinggi seperti sekarang, panen ini diharapkan membantu menstabilkan harga," katanya.
Data Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mencatat luas tanam bawang merah di wilayah setempat pada 2024 mencapai 189 hektare yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun.Â
Pemerintah Kabupaten Madiun berharap upaya budi daya tanaman bawang merah tersebut tidak hanya mampu mengendalikan inflasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui diversifikasi tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.Â
- Pemkab Madiun
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.